Aisyah
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2020
"apakah salah seorang istri mencintai suaminya sendiri?". Siti nur Aisyah "bukan salahmu namun salah takdir yang mempersatukan kita dengan cara yang salah" Muhammad Ibra Adison ini kisah tentang seorang gadis yang sangat mencintai suaminya namun apalah daya dirinya yang bisa berdoa kepada -Nya aga r cintanya dapat terbalaskan dia adalah aisyah
All Rights Reserved
#154
aisyah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Dzikir Cinta (Selesai)
  • Takdir Yang Memilih
  • Menjadi Teduhmu [ SELESAI ]
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • Cahaya Di Ujung Penantian
  • Assalamu'alaikum, Mas Azzam !
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Simfoni Takdir ✔

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines