Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Ephemeral Not Mine

Ephemeral Not Mine

  • WpView
    Membaca 383
  • WpVote
    Vote 111
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Nov 3, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
[ truestory/18+/chicklit ] Perihal kita yang menjadi kata tanpa makna. Pada setiap harapanku yang terus memudar termakan waktu. Jika boleh aku beritahu, hingga sejauh ini pun kamu masih menjadi orang spesial yang terus kuceritakan. Bersanding dengan bait puisi yang tak pernah kau baca. Namun, kamu perlu tahu bahwa sekalipun aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Karena pertemuan kita adalah takdir, saling melepas ini ialah pilihan, lalu pada setiap keadaan adalah pelajaran. Dan biarkan ini berlalu tanpa kau tahu, lalu waktu yang akan mengucapkan rasa itu padamu. Aksara-aksara yang kian mengusang ini akan jadi saksi betapa aku mencintaimu. CATATAN : Tidak sepenuhnya true story, tetapi mengandung lebih dari 60% true story.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rasa Tanpa Kata
  • My Perfect BoyFriend
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Sekali Lagi (End)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Dusk In Your Eyes
  • FRIENDzone (Completed)

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan