Mengetuk Pintu Langit

Mengetuk Pintu Langit

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Awsya sudah berusaha semampunya untuk dapat kuliah di Universitas Syiah Kuala. Namun perjuangannya sama sekali tidak berjalan mulus. Ia harus rela melihat teman-temannya melangkah menjauhinya saat mereka berhasil kuliah di tempat impian mereka. Sedangkan Awsya harus menunggu hingga tahun depan sampai pada akhirnya ia berhasil lulus di Unsyiah, kampus impiannya. Namun, ia harus memaksa dirinya untuk kuliah di jurusan yang sama sekali tidak disukainya. Bahkan mata kuliahnya pun begitu sulit dipahami yang membuat Awsya sama sekali tidak termotivasi. Cerita ini mengisahkan tentang perjuangan Awsya dalam menuntut Ilmu di Universitas Syiah Kuala, namun ia malah singgah di jurusan yang tidak diharapkannya. Berbagai lika-liku kehidupan dilaluinya hingga pada akhirnya ia berhasil lulus dengan predikat Cumlaude.
All Rights Reserved
#197
motivation
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • The First, Not the Last
  • Teacher Pet's : Brothership
  • Bucin Ala Al [END]
  • Ignasia: Di Balik Gerbang Asrama (Harqeel)
  • Closer Distance
  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • Sweet Dreams, Sweetheart! [END]
  • Azkar
  • mimpi yang menyatu ( REVISI )

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines