Cahaya di Bulan Juni [SUDAH TERBIT]

Cahaya di Bulan Juni [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Alqueena Berliana, seorang gadis yang berparas cantik seperti seorang putri dan berharga seperti berlian ini mempunyai sebuah kekurangan. Ia mengalami buta dimata akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Disetiap harinya ia hanya bisa melihat latar hitam tanpa ada setitik pun cahaya yang menyinarinya. Insecure, itu yang ia rasakan, merasa dirinyalah yang paling tidak sempurna, tidak berguna. Ia harap, di hari ulang tahunnya nanti di bulan Juni ia akan melihat dunia ini kembali, melihat terangnya cahaya di bumi ini. [Cerita ini sudah terbit dalam buku antologi]
All Rights Reserved
#914
ceritapendek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Complete] Fate in Chains
  • The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan.
  • BINTANG&BULAN
  • Bulan [End]
  • Solitude 🙌
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • BEAUTIFUL NIGHT
  • ADOLESCERE : ALLEEYNA ✔
  • Cahaya Untuk Bulan

FATE IN CHAINS a Sequel of "Senja di Balik Hujan" Dua tahun berlalu sejak tragedi yang menjerat mereka, namun Alden dan Asyilla masih terperangkap dalam lingkaran yang sama-hubungan yang penuh gairah, ketergantungan, dan obsesi yang nyaris tak masuk akal. Alden, kini seorang mahasiswa teknik yang tampak tenang dan rasional, sebenarnya tak pernah benar-benar bisa melepaskan diri dari Asyilla. Setiap langkah gadis itu, setiap jejak keberadaannya, selalu dalam pantauannya. Ia bukan hanya mencintai Asyilla-ia membutuhkannya. Asyilla, siswi SMA tingkat akhir yang tampak rapuh di luar, justru menyimpan ketakutan yang berlawanan. Ia tahu bahwa Alden selalu ada di sekitarnya, selalu memperhatikannya dari bayang-bayang. Dan alih-alih menjauh, ia justru merasa tak bisa hidup tanpanya. Hubungan mereka bagaikan tarian yang penuh gairah sekaligus berbahaya-terlalu dekat bisa menghancurkan, tetapi menjauh hanya akan membuat mereka semakin haus satu sama lain. Alden tak bisa menerima dunia di mana Asyilla bukan miliknya, sementara Asyilla tak bisa membayangkan hidup tanpa Alden yang terus memburu dan memilikinya. Mereka saling melahap, saling mencabik, saling menghancurkan, tetapi tak satu pun yang mau melepaskan. Ketika batas antara cinta dan obsesi semakin kabur, mereka harus menghadapi kenyataan: Apakah ini cinta, atau hanya permainan bertahan hidup yang brutal? - "Cila... There's no way out for us. Even if you want to run, you can't." - Raja Alden Rylan "My eyes are all around you, Alden. Jangan coba macem-macem. You're mine forever." - Asyilla Qeenar

More details
WpActionLinkContent Guidelines