Cahaya di Bulan Juni [SUDAH TERBIT]

Cahaya di Bulan Juni [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2020
Alqueena Berliana, seorang gadis yang berparas cantik seperti seorang putri dan berharga seperti berlian ini mempunyai sebuah kekurangan. Ia mengalami buta dimata akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Disetiap harinya ia hanya bisa melihat latar hitam tanpa ada setitik pun cahaya yang menyinarinya. Insecure, itu yang ia rasakan, merasa dirinyalah yang paling tidak sempurna, tidak berguna. Ia harap, di hari ulang tahunnya nanti di bulan Juni ia akan melihat dunia ini kembali, melihat terangnya cahaya di bumi ini. [Cerita ini sudah terbit dalam buku antologi]
All Rights Reserved
#1
pabbatch2
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I [Never] Give Up On You a.k.a Jarak Antarbintang - [Telah Terbit]
  • Bulan Bintang
  • BEAUTIFUL NIGHT
  • BINTANG&BULAN
  • [Complete] Fate in Chains
  • ADOLESCERE : ALLEEYNA ✔
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Langit KuRindu
  • Solitude 🙌
  • Bulan [End]

"Lo tahu teori chaos?" "Efek kupu-kupu?" "Hmm... sensitive dependence on initial condition. Kayak lo yang di sini mampu ngerubah gue saat di Finlandia sana," jawab Auriga sambil memejamkan mata. Dilihat dari tempatku berdiri, dia terlihat sangat damai. "Pertemuan kita bukan sebuah kebetulan." Alfa Centauri Radistya, mahasiswi jurusan konservasi di salah salah universitas ternama negeri menjalani hari-hari perkuliahan dengan normal dan menyelingi aktivitas dengan kegiatan himpunan mahasiswa. Hidupnya baik-baik saja hingga datang Auriga, seniornya di kampus yang datang bagai hipernova dan membuatnya kesal terus-menerus. Dan ketika perasaan cinta mulai datang, Alfa dihadapkan pada misteri tentang seorang Auriga. Di antara perasaan cinta dan rasa putus asanya, dia mencoba mengurai satu per satu kehidupan Auriga yang bagaikan bereksperimen menguak misteri materi gelap alam semesta. Sanggup kah ia membawa Auriga untuk menikmati senja manis di tepi pantai? Atau kah dia akan menyerah dan memilih mundur dan berbalik arah pada sahabat Auriga yang selama ini diam-diam menyukainya sangat dalam? Semesta senang bermain-main. Benarkah semuanya adalah kebetulan yang disengajakan? . . . Terima kasih atas dukungan dan apresiasi teman-teman semua. Puji syukur cerita ini telah diterbitkan dengan judul Jarak Antarbintang. Bagi yang berkenan dengan versi cetaknya bisa mendapatkan di toko buku di Seluruh Indonesia. Untuk versi digital bisa didapatkan di Gramedia Digital. Copyright © 2015 by nauraini

More details
WpActionLinkContent Guidelines