The Darkest Dawn | ON GOING

The Darkest Dawn | ON GOING

  • WpView
    Reads 423
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 20, 2021
Darah lebih kental dari air? Bullshit. Bagi Diksa, darah hanyalah sebatas pekat merah yang barangkali mesti ia tumpahkan hingga semua dendamnya mereda. Dan kampung malam adalah tempat Diksa memulai semuanya. Copyright 2020 by rmoon- and dydtedi ➡️060520
All Rights Reserved
#3
darklife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Psikopat Digital? [End]
  • the devil my husband
  • El Cielo y la Tierra
  • NOJAM & JAEMIN
  • Tunangan sang protagonis
  • Cermin untuk Zesha
  • 🚨The sun in the dark sky🚨

"Kenapa keadilan selalu kalah? Apakah karena manusia lebih suka bermain dengan kekuasaan?" "Gue bakal terus berjuang, sampe dunia bener-bener nolak gue." 💸💸💸 Kalian pikir ini cerita tentang psikopat gila yang haus darah? No, big no! Dia seseorang yang berbeda, bukan psikopat pada umumnya yang menyukai menyiksaan dan darah, melainkan seseorang yang justru menikmati kekacauan saat keadilan tidak berpihak. Baginya, melihat seseorang hancur karena kehilangan sesuatu jauh lebih mengasyikkan dibandingkan menatap wajah laki-laki tampan. Dunia telah mengajarkannya bahwa sebuah hubungan cinta tidak penting untuk dunia nya. Kehidupan yang berantakan membentuknya menjadi seseorang yang tidak mengerti dengan kehangatan. Namun, di balik setiap kekacauan yang ia ciptakan, ada sesuatu yang tersembunyi, sebuah alasan yang bahkan dirinya sendiri tidak mengerti. Siapakah dia? Seperti apa dia? penasaran? Kuy baca🥂

More details
WpActionLinkContent Guidelines