My Friend's Brother

My Friend's Brother

  • WpView
    Reads 1,546
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 23, 2021
Haruskah Louisa menceritakan apa yang ia alami kepada sahabatnya? ia terlalu takut karena akan ada orang lain yang kan harus ikut menanggung akibatnya. "Katakan padaku Louisa apa yang telah dia perbuat padamu?" Louisa diam dan hanya bisa menangis mendengar pertanyaan sahabatnya. Alice menarik lengan panjang sweater gadis didepannya dan menyingkapnya sampai sebatas siku. "Tanda apa ini?" tanya Alice. Louisa segera menutup kembali bekas memar merah di pergelangan tangannya. Tidak hanya dipergelangan tangan, Alice juga samar menemukan bekas tanda merah dan gigitan pada leher Louisa. "Aku mohon Alice, anggap kau tidak mengetahui apa-apa. Aku sungguh takut ia akan tahu. Aku tidak ingin membuatnya marah. Tidak! dia tidak akan menghukumku lagi kan? hiks... aku takut Alice aku sungguh takut" Alice sangat terkejut melihat perubahan sikap Louisa. Ada apa sebenarnya dengan sahabatnya. "Ayo pergi bersamaku Louisa, aku akan membawamu ketempat aman" "Kau mau membawa dia kemana Alice...." Seketika Louisa dan Alice menegang karena mengenal suara itu.....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • His Secret Child
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Cinta Itu Polos?
  • Young CEO
  • BERLIN
  • Obsessed : Project IRIS
  • I Win, Baby ✔ [Warren Series #1]
  • Debt Over Loves (COMPLETED)

Baca full di aplikasi Karyakarsa. Di KBM dengan judul "Anak Milik CEO" ~Saat melihatnya kembali maka saat itu pula aku tak akan pernah melepaskannya lagi~ "Se-selamat siang, Pak Davero," gumamnya dengan gugup. "Siang," jawabnya dengan suara serak. Pria tinggi nan tampan itu melangkahkan kakinya mendekati sang wanita, membuat sang wanita terperangah dan mundur perlahan. Pria yang dipanggil Davero itu tak menghentikan gerakannya. Ia terus melangkah memojokkan sang wanita hingga menyentuh dinding lift di belakangnya, ia terlihat ketakutan karena sang pria semakin merapat. "Lama tak bertemu," ucap Davero diiringi seringaian yang membuat bulu kuduk berdiri. Sang wanita tak bisa berkutik sedikit pun. Apalagi sebelah tangan pria itu menyentuh dinding tepat di samping kepala wanita cantik itu. "A-apa yang kau inginkan dariku?" tanya sang wanita dengan suara lemah, nyaris berbisik setelah mengumpulkan segenap keberaniannya. "Kau!" Seketika tubuh wanita itu menegang dan merinding karena mendengar bisikan penuh ancaman dan penekanan yang tak terbantahkan. Tanpa sadar wanita itu menahan napasnya karena rasa takut. "You're Mine!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines