My Friend's Brother

My Friend's Brother

  • WpView
    LECTURAS 1,548
  • WpVote
    Votos 52
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 23, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Haruskah Louisa menceritakan apa yang ia alami kepada sahabatnya? ia terlalu takut karena akan ada orang lain yang kan harus ikut menanggung akibatnya. "Katakan padaku Louisa apa yang telah dia perbuat padamu?" Louisa diam dan hanya bisa menangis mendengar pertanyaan sahabatnya. Alice menarik lengan panjang sweater gadis didepannya dan menyingkapnya sampai sebatas siku. "Tanda apa ini?" tanya Alice. Louisa segera menutup kembali bekas memar merah di pergelangan tangannya. Tidak hanya dipergelangan tangan, Alice juga samar menemukan bekas tanda merah dan gigitan pada leher Louisa. "Aku mohon Alice, anggap kau tidak mengetahui apa-apa. Aku sungguh takut ia akan tahu. Aku tidak ingin membuatnya marah. Tidak! dia tidak akan menghukumku lagi kan? hiks... aku takut Alice aku sungguh takut" Alice sangat terkejut melihat perubahan sikap Louisa. Ada apa sebenarnya dengan sahabatnya. "Ayo pergi bersamaku Louisa, aku akan membawamu ketempat aman" "Kau mau membawa dia kemana Alice...." Seketika Louisa dan Alice menegang karena mengenal suara itu.....
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • His Secret Child
  • Cinta Itu Polos?
  • JASON ALEXA
  • Obsessed : Project IRIS
  • ALWAYS YOU (gxg)
  • Young CEO
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • WIN-LOSE SOLUTION ✔

Baca full di aplikasi Karyakarsa. Di KBM dengan judul "Anak Milik CEO" ~Saat melihatnya kembali maka saat itu pula aku tak akan pernah melepaskannya lagi~ "Se-selamat siang, Pak Davero," gumamnya dengan gugup. "Siang," jawabnya dengan suara serak. Pria tinggi nan tampan itu melangkahkan kakinya mendekati sang wanita, membuat sang wanita terperangah dan mundur perlahan. Pria yang dipanggil Davero itu tak menghentikan gerakannya. Ia terus melangkah memojokkan sang wanita hingga menyentuh dinding lift di belakangnya, ia terlihat ketakutan karena sang pria semakin merapat. "Lama tak bertemu," ucap Davero diiringi seringaian yang membuat bulu kuduk berdiri. Sang wanita tak bisa berkutik sedikit pun. Apalagi sebelah tangan pria itu menyentuh dinding tepat di samping kepala wanita cantik itu. "A-apa yang kau inginkan dariku?" tanya sang wanita dengan suara lemah, nyaris berbisik setelah mengumpulkan segenap keberaniannya. "Kau!" Seketika tubuh wanita itu menegang dan merinding karena mendengar bisikan penuh ancaman dan penekanan yang tak terbantahkan. Tanpa sadar wanita itu menahan napasnya karena rasa takut. "You're Mine!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido