Takdir

Takdir

  • WpView
    Reads 1,022
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
Hatinya rapuh, namun ia berlagak seakan-akan kuat seperti baja. Tubuhnya lemah, bahkan hampir tersungkur-tak mampu meniti jalan kehidupan, namun berlagak seakan-akan kokoh tak membutuhkan penopang. Kebencian. Keterpurukan. Telah memberikan belenggu yang kelam dalam sebuah relung kehidupan. Sepi, sendiri, dan sakit. Sebuah perasaan yang selalu menghiasi hari-harinya. Sikap acuh, dingin, keras kepala, dan egois adalah caranya untuk menutupi luka. Kepergian dua orang yang begitu berharga dalam hidupnya, telah memberikan noda hitam dalam setiap lembar kisah perjalanan. Noda hitam itu semakin meluas seiring berjalannya waktu, membuatnya kesulitan beranjak dari gulita kehampaan. Bahkan, saat ia berada dalam ambang kehancuran, tak ada seorang pun yang sudi mengulurkan tangan. Tak ada seorangpun yang memberikannya kekuatan, atau sekedar kasihan dalam fitrah rasa kemanusiaan. "Mengapa? Mengapa takdir seakan mempermainkanku? Mengapa takdir merenggut kebahagiaanku? Mengapa takdir membawaku pada jurang nestapa penuh kepedihan? Dimana kebahagiaan yang dijanjikan? Apakah semua hanya bualan?" Semua pertanyaan akan terselesaikan, dalam setiap detik yang berputar, dalam setiap peristiwa yang terjadi, dan dalam setiap titian langkah menuju akhir dalam sebuah perjalanan kehidupan.
All Rights Reserved
#216
allah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh Kedua (END)
  • Puing luka
  • Qanita
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Liora
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Behind the Silence
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • The Love Story" Kurus & Mancung"

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines