Bia (ON GOING)

Bia (ON GOING)

  • WpView
    Leituras 7
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jun 6, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
(JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTMENT) *** Dia sakit. Dia sendirian. Ya ini kisah tentang seorang gadis yang bernama Bia Cyrene Arabelle.Kisah menyakitkannya hidup yang dijalani oleh seorang Bia Cyrene Arabelle.Bia yang hidup bersama dengan kesunyian.Bia yamg hidup dengan kesendirian. Dia hidup sebatang kara.tanpa orang tua dan tanpa kerabat.Ayahnya masuk penjara karena kasus korupsi saat Bia umur 14 tahun dan meninggal setahun setelahnya.Ibunya pun melarikan diri dengan suami barunya meninggalkan Bia seorang diri.Dia tidak tau siapa saudara saudara nya. Akibat perbuatan ayahnya saat disekolah Bia selalu dijadikan bahan bullyan teman temannya.Lalu apa lagi penderitaan Bia?Mampir dulu yukk!
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Juan [REVISI]
  • {Bukan} Sahabat Jadi Cinta
  • Ailea
  • Waktu?
  • Claire [COMPLETED]
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Let Me Gone [Completed]
  • WHO'S WRONG? [SUDAH TERBIT]
  • RAJAWALI

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo