We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ruang Bait

Ruang Bait

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2020
WpInfo
Poetry
Selamat Datang di Ruang Bait Ketika hati ingin bercerita Namun mulut tetap terjaga Ketika tangan ingin bekerja Disitulah aku mebuat bentuk bait sastra Di dunia ini begitu banyak sekali yang aku alami dari mulai tentang kehidupan sehari-hari, tentang kelainan ku, tentang perjuangan hidup, belajar memahami arti dari sebuah sahabat, Dan warna-warna dalam kehidupan. Serta ada rasa yang sempat singgah di masa SMA, namun sulit untuk diungkapkan. Bait ini menjadi sebuah saksi ketika aku ingin mengungkapkan sebuah perasaan hati. Jangan lupa budidayakan vote sebelum baca apabila ada bait yang kalian suka, kalau bisa komen. Terimakasih sudah mampir😄
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Mati Lebih Lama, Hidup Selamanya
  • WITH YOU | END
  • KIARA [End]
  • Rain-A
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Lembut Seperti Doa
  • BAPER {SELESAI}

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines