Aku Bukan Nerd

Aku Bukan Nerd

  • WpView
    Reads 660
  • WpVote
    Votes 196
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Maya Sabrina, cewek anti sosial yang sering menjadi korban perundungan di Sekolahnya bahkan di lingkungan keluarga sekalipun. Tapi bagaimana jika ia bisa berubah?Apakah ia masih tetap dibully?
All Rights Reserved
#67
phobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • SILENCED AT 302 [END]
  • A Fractured Soul
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • DENNIES
  • Sejenak Luka
  • YUKI ( yang mereka tertawakan )
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Mengejar Cinta Halalmu

Qaella Brawijaya, gadis sederhana yang hidupnya penuh dengan luka dan perjuangan. Sejak ayahnya meninggal, hidupnya berubah drastis. Bersama ibunya, ia menghadapi kerasnya dunia. Di sekolah, Qaella menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menganggapnya bodoh dan tak berguna, namun ia selalu mencoba bangkit meski air mata sering menjadi teman setianya. Di tengah semua kesedihan itu, Qaella dipertemukan dengan Kevin Adrian, seorang pria yang tampak sempurna di mata semua orang. Kevin adalah siswa yang populer, cerdas, dan penuh kharisma. Tapi di balik senyum dan popularitasnya, Kevin menyimpan luka yang tak banyak orang tahu. Luka yang membuatnya merasa ia dan Qaella mungkin tak berbeda jauh-sama-sama berjuang melawan kesepian. Pertemuan mereka perlahan mengubah segalanya. Qaella menemukan harapan baru, sementara Kevin menemukan seseorang yang akhirnya mengerti dirinya. Bersama, mereka mencoba menyembuhkan luka satu sama lain. Namun, apakah dunia akan membiarkan mereka bahagia? Atau akankah luka-luka lama kembali menghantui mereka? "Kadang, yang terlihat kuat sebenarnya adalah yang paling rapuh. Dan yang terlihat rapuh, bisa jadi yang paling kuat." -qaella Brawijaya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines