Flashback

Flashback

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
Maaf tak menyembuhkan segala dosa. Dia bukan Iblis atau Malaikat. Menyesal, tapi bukan sebuah beban. Nyawa selalu berakhir di saatnya bagai tak berharga. Hanya sepenggal kenangan yang tak teringat ditorehkan di sini,
All Rights Reserved
#167
asrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZALEA
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • The First, Not the Last
  • Vericha Aflyn ✔️
  • A Fractured Soul
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Por Trás Da Cena [END]
  • Be Mine [COMPLETED]
AZALEA

Azalea berlakon seakan diri berjalan pada kebenaran. Melakukan segala hal yang dikehendaki otak tanpa menghiraukan nasihat dari malaikat penjaga. Hingga rentetan dusta yang dahulu tersimpan rapi, kini berbuah kecewa. Amarah kian berkobar tatkala kepercayaan harus dikhianati dengan sengaja. Seperangkat luka menusuk tajam menampik segala maaf dari Ayah. Hati menjerit pilu saat kalimat perpisahan menggema memenuhi indra pendengaran, menghasilkan keretakan ikatan keluarga. Memaksa raga menjauh sebagai penebus dosa. Langit mendung mempertemukan Azalea dengan jiwa baru, membuatnya terbiasa akan kehadiran seorang yang disegani. Tiap hari berjumpa, berbincang menyuarakan hal sepele hingga penuh makna. Dalam hati menjalar rasa aneh yang belum berpihak, namun selalu disangkal paksa. Jiwa kini telah pergi menjemput kehidupan baru dipenuhi beragam karakter yang tak ia temui dari kehidupan masa lampau. Namun hati tetap bersikukuh menentang risiko terluka dengan mempertahankan kekasih. Haruskah Azalea teguh pada cinta kekasih yang belum halal atau goyah oleh keinginan yang lebih meletup di dasar dada ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines