GAMOPHOBIA [On Going]

GAMOPHOBIA [On Going]

  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 31, 2020
Bisakah kau sembuhkan lukaku yang telah bertahun-tahun ingin ku lupakan? aku ingin beranjak dari zona gelap ku selama ini. Tapi, aku tak mampu. Aku terlalu takut dengan diriku jika sewaktu-waktu aku kembali membuka hati untuk orang yang baru maka, aku akan di tinggalkan lagi oleh rasa yang semu itu. Jujur, aku takut jatuh ke lubang yang sama jika aku tetap berusaha membuka hatiku untuk kisah yang baru. Dan bodohnya aku masih tetap mencintaimu setelah apa yang Kau lakukan pada hidupku namun, apa yang aku dapat setelah lelahnya terus bertahan di sisimu? jatuhnya bukannya malah cintamu. Miris Namun, terimah kasih telah memberiku luka. Dengan luka ini aku belajar bahwa pengalaman adalah guru terbaik, bahkan di saat aku bermimpi bahwa Kaulah yang akan menjadi pelindung ku malah, aku seakan tertampar oleh kenyataan itu, bahwa kaulah yang telah mengahancurkan segalanya, mimpiku, rasaku, bahkan kepercayaanku pun kau nodai. Setitik rasa ingin melupakan tapi, perkara melupakan itu sulit, maka yang ku lakukan untuk saat ini adalah belajar ikhlas dan menerima semuanya secara bertahap dan mencoba untuk melepaskanmu walaupun kedengarannya sangat sulit. Sumber cover : @Pinterest @yusrianirh Jumat, 5 Juni 2020 Happy Reading📖
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reinata
  • N O R A [on going]
  • Misunderstand
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Kita Sembuh Bareng?
  • RAINSAM (SELESAI)
  • ANGKASA
  • Abu-abu [TAHAP REVISI]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Love In Galaxy (End)
Reinata

Kau ingat saat kau bercerita tentang luka lamamu? Saat itu, aku begitu simpati padamu. Aku merasa kita memiliki kesamaan, kita pernah merasakan sakit yang sama. Aku pikir kita bisa saling menguatkan, saling menyembuhkan luka. Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasiku. Kau justru mengulangi kesalahan yang sama, menusukku di tempat yang paling rapuh. Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu. Kau telah menggores luka lamaku lebih dalam lagi, dan kali ini, aku tidak yakin bisa sembuh seutuhnya. Aku ingat betul bagaimana kita mulai. Aku membuka hatiku untuk memulai kembali bersamamu, menceritakan segala rahasia dan mimpi-mimpiku. Aku pikir kau adalah tempat yang aman untukku berbagi segalanya. Namun, naifnya aku, ternyata kepercayaan yang kubangun begitu mudahnya runtuh di tanganmu. Kau mengkhianatiku dengan cara yang paling menyakitkan, menusukku di saat aku paling lemah. Luka yang kau berikan jauh lebih dalam dari yang pernah kubayangkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines