Acme
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
STORY DESCRIPTION Acme memiliki arti pencapaian tertinggi atau highest point dari diri seseorang. Aaron Daren Hamilton seorang anak dari pengusaha sukses dan salah satu murid dari sekolah terkenal berwajah tampan,multi talenta, jenius namun sayangnya bersikap dingin dan acuh tak acuh.Menjadi pewaris seluruh perusahaan milik keluarga nya merupakan salah satu darisekian banyak hal yang telah tertulis dibuku takdir miliknya. Tidak ada penolakan akan hal tersebut. Bertemu dengan seorang gadis yang tanpa disadari dapat merubah dirinya secara perlahan. bagaimankah kisah Aaron, yang dalam hidup nya hanya mengenal warna hitam dan putih namun secara perlahan diperlihatkan warna lainnya? Meninggalkan atau Mempertahankan. Apa yang akan menjadi pilihannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • MINE (SELESAI)
  • Blooming in Chaos
  • TERJERAT CINTA CEO AROGAN
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • Aubrieta Gracilis
  • ALZADAISY[End]

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines