Story cover for -TIMELESS- by kellynzheline
-TIMELESS-
  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado jun 06, 2020
Jika kau terus mengandalkan waktu, kapan kau akan berkembang?
Jika kau terus menanti waktu, maka kapan situasi tepat akan datang?
Kesempatan adalah peluang, yang tidak akan datang berulang-ulang.
Waktu adalah emas, yang tidak akan pernah kembali barang sedetik saja.

Pada hakikatnya, hidup adalah tentang kehilangan. Hidup adalah tentang merelakan. Hidup adalah tentang bagaimana cara melepaskan, meski dalam kungkungan kesepian dan kesakitan.

Waktu tidak butuh kau kenal. Ia hanya perlu sesekali kau ingat, agar kau sadar, berapa banyak kesempatan yang kau lewatkan.

Emosi itu kekal. Dia abadi. Seperti sebuah rasa, yang orang lain menyebutnya cinta. Hidup dalam cinta, ialah hukum mutlak alam.

Lalu cinta itu, abadi dengan sendirinya, berjalan seiring dengan sejarah. Seirama dengan kehidupan umat manusia.

Ya, benar. 
Biarkan waktu, yang mengungkap segalanya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir -TIMELESS- a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#117culture
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Truth After Love (Tamat, segera terbit) de tiaxyl
36 partes Concluida
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
RUMAH tanpa pintu  de diandlyne
36 partes Continúa
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Quant (On Going) cover
IF YOU cover
AMERTA : The Last Embrace cover
Love In Paris (COMPLETED) cover
Antara dosa dan Cinta Pertama cover
You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT) cover
P A N D O R A cover
 Six Kizi cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
RUMAH tanpa pintu  cover

Quant (On Going)

36 partes Continúa

Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri... "Apa hakikat kebenaran, jika setiap sudut pandang melahirkan kenyataan yang berbeda?" Pernahkah kau bertanya... "Seperti apa rasanya menjadi lebih dari orang lain, ketika dunia sendiri tak mampu menanggung beban kekuatan itu?" Pernahkah kau bertanya... "Adakah cinta sejati di dunia ini, ataukah ia hanya ilusi yang bertahan sepanjang waktu?" Ketika batas antara sains dan takdir memudar, kami menemukan bahwa dunia yang kami kenal hanyalah serpihan kecil dari kebenaran yang lebih besar - dan kami bukanlah sekadar anak-anak biasa. Di persimpangan waktu dan ruang, di mana kemungkinan bercabang tak terhingga, satu pertanyaan terakhir tersisa: Apakah manusia mengendalikan nasib, ataukah mereka hanya boneka dari hukum alam yang tak terjamah?