-TIMELESS-

-TIMELESS-

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
Jika kau terus mengandalkan waktu, kapan kau akan berkembang? Jika kau terus menanti waktu, maka kapan situasi tepat akan datang? Kesempatan adalah peluang, yang tidak akan datang berulang-ulang. Waktu adalah emas, yang tidak akan pernah kembali barang sedetik saja. Pada hakikatnya, hidup adalah tentang kehilangan. Hidup adalah tentang merelakan. Hidup adalah tentang bagaimana cara melepaskan, meski dalam kungkungan kesepian dan kesakitan. Waktu tidak butuh kau kenal. Ia hanya perlu sesekali kau ingat, agar kau sadar, berapa banyak kesempatan yang kau lewatkan. Emosi itu kekal. Dia abadi. Seperti sebuah rasa, yang orang lain menyebutnya cinta. Hidup dalam cinta, ialah hukum mutlak alam. Lalu cinta itu, abadi dengan sendirinya, berjalan seiring dengan sejarah. Seirama dengan kehidupan umat manusia. Ya, benar. Biarkan waktu, yang mengungkap segalanya.
All Rights Reserved
#210
culture
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Rendra & Lila [END]
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Sekali Lagi (End)
  • Mahligai Sunyi
  • Quant (On Going)
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines