Alexithymia

Alexithymia

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 3, 2020
Mia, seorang perempuan yang susah mengutarakan perasaan dan emosi, memiliki masalah dalam berkomunikasi dan mengerti perasaan orang lain di sekitarnya. Ia bahkan susah mengerti perasaannya sendiri, sehingga ia kadang kesusahan memiliki hubungan dekat dengan orang lain. Alex, seorang laki-laki ceria yang suka perhatian dan pintar bersosialisasi dengan banyak orang, menyadari masalah yang Mia miliki, dan mencoba membantunya dengan menemukan perasaan dan emosinya. Tapi itu merupakan hal yang sangat sulit, karena Mia bukanlah seperti orang lain yang mudah dimengerti. Dan dia mulai bertanya pada dirinya sendiri, apa semua ini sepadan ?. ----------------------------------------------------------------- Mungkin ada beberapa kata-kata kasar ringan Cerita fiksi original Cover dibuat oleh saya Update mingguan/waktu luang
All Rights Reserved
#250
sosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • diagnosis hati
  • Lentera Lily
  • Si Cuek & Si Manis [END]
  • Gadis Bar-bar Dengan Sejuta Pesonanya
  • Paradise
  • Different Page [Complete]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Diary Duri [END]
  • Behind That Nerdy Glasses
  • Breathe

Raisa Ayu Nararya sudah dikenal di preklinik sebagai mahasiswi yang mudah bergaul. Dia tak pernah ragu untuk menyapa siapa pun, bahkan dengan orang yang baru dikenalnya sekalipun. Namun, ada satu orang yang selalu membuatnya penasaran-Harsa Adikara, teman sekelas yang terlihat serius dan sangat tertutup. Harsa, dengan sikap dinginnya, seolah tidak tertarik untuk bergaul kepada siapa pun, bahkan dengan Raisa yang sering kali coba mendekatinya. Raisa sebenarnya sudah lama menyukai Harsa, meskipun dia tahu Harsa bukan tipe orang yang mudah didekati. Semua teman-temannya di preklinik tahu bahwa Raisa punya perasaan pada Harsa, namun Harsa tetap dengan sikap dinginnya. Raisa bahkan sering melontarkan candaan tentang perasaannya kepada teman-temannya, meski ia sadar Harsa tak akan pernah menanggapi. Namun, segalanya berubah setelah mendapat kabar mengejutkan-Raisa dan Harsa dipasangkan dalam satu tim koas. Mereka berdua harus bekerja bersama dalam satu shift jaga di rumah sakit, dan tentu saja, ini membuka kesempatan baru bagi Raisa untuk lebih dekat dengan Harsa. Tugas-tugas medis yang intens membuat mereka berdua sering berinteraksi. Raisa yang luwes dan apa adanya, mencoba untuk lebih dekat dengan Harsa, meskipun dia selalu mendapat respons yang terkesan dingin. Harsa yang selalu terlihat tidak tertarik dengan hubungan sosial pun mulai merasa kebingungan dengan perasaan Raisa yang terus-menerus menggodanya. Meskipun begitu, Harsa tetap menjaga jarak, seolah ada sesuatu yang menghalanginya untuk membuka hati. Harsa mulai merenung. Mengapa dia begitu menahan diri? Mengapa dia begitu sulit untuk percaya bahwa hubungan bisa berjalan baik-baik saja? Apakah ada yang salah dengan hatinya? Harsa mulai berusaha mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri, mencoba mendiagnosis perasaan dan ketakutannya akan hubungan dengan orang lain-terutama dengan Raisa, yang terlihat begitu percaya diri. Akankah Harsa akhirnya mampu membuka hati dan mempercayai cinta? #kedokteran

More details
WpActionLinkContent Guidelines