Yes Sir,Dosgal (Dosen Galak)

Yes Sir,Dosgal (Dosen Galak)

  • WpView
    Leituras 70
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jun 7, 2020
*Flashback Di taman "Ra gue mau bilang" ucap Aditya "Iya bilang aja,emang mau bilang apa sih kok serius amat"ucap gue sambil tertawa kecil "Tapi jangan dipotong Ra"ucap Aditya Gue pun hanya mengangguk "Gue mau nerusin sekolah di luar negeri Ra "ucap Aditya dengan sedih "Haa gila Lo dit,Lo mau ninggalin gue sendiri,emng ga bisa ya kuliah disini aja ga usah jauh-jauh gitu"ucap gue dengan nada tinggi "Tapi kalo itu cita-cita Lo sih gue gabisa ngelarang dit,gue cuman doain moga Lo ga lupa sama gue dit"lanjut gue sambil nangis di pelukan Aditya "Perkenalkan nama saya Hilmy Aditya Pratama sa..yy" ucap Mister Hilmy terhenti "Aditya " ucap gue reflek Seketika semua kelas melihat ke arah gue termasuk dosen itu "Hmm...ma..aaf pak saya kira bapak temen saya selama ini yang saya cari" ucap gue gugup "Knp kamu ngira saya teman kamu,jelas beda " ucap Mister Hilmy dengan muka datar dan dingin "Ihh dasar dosen songong "ucap gue dalam hati "Iii..yyaa pak maaf" ucap gue dengan lantang "Engga mungkin itu Aditya,dari sifat nya aja beda banget,gue kangen Lo dit,dimana Lo " ucap gue pelan
Todos os Direitos Reservados
#564
galak
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Misi Kalisa (End)
  • ALLAND
  •  Cuman Kebetulan
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Farel Dan Bella

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo