SWEET LOVE [END]

SWEET LOVE [END]

  • WpView
    Reads 342,452
  • WpVote
    Votes 34,104
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 5, 2021
WpInfo
Fanfic
The Untamed
[SEASON 2 DARI SWEET BLOOD] Kisah mereka tidak akan berakhir. walaupun otak melupakan, tubuh tentu akan ingat. jika kau jodohnya, maka dia akan milikmu selamanya. Katanya sih begitu. Ya... katanya.... gatau kenyataannya....
All Rights Reserved
#2
grandmasterofdemoniccultivation
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let's Not Fall In Love [COMPLETED]
  • change
  • •All Of You• WANGXIAN [TAMAT]
  • Beliving Dream [TAMAT]
  • HELL in THE WORLD
  • The Wedding (WangXian) [END]
  • about love lanxian
  • WANGXIAN's PALACE

Jika kita terkadang saling menyakiti satu sama lain, bisakah kita tetap jatuh cinta? Rasanya sudah buntu, dan kita terjebak tanpa jalan keluar. Tetapi ada sebuah kesempatan untuk saling memulai kembali tanpa melukai siapa pun. "Mari kita tidak jatuh cinta." Xiao Zhan bertemu Wang Yibo untuk pertama kali di musim dingin ke 29. Dia pikir telah mengenal laki-laki itu jauh sebelumnya, karena ia tampak tidak asing. Ketika Wang Yibo mendekatinya, Xiao Zhan kira semuanya akan berakhir baik. Sampai dia ingat bahwa dirinya memang telah mengenal Wang Yibo, bahkan sangat jauh dari yang bisa dia pikirkan. Semuanya hanya perasaan yang tertinggal terlalu lama. Saat Xiao Zhan tersadar, dia seharusnya tidak jatuh cinta pada laki-laki itu lagi. Wang Yibo bertemu Xiao Zhan untuk pertama kali di musim dingin ke 27. Pria yang menghabiskan sebagian banyak waktunya mengenakan jas putih itu, dia pikir pernah bertemu dengannya beberapa kali. Xiao Zhan tampak tidak asing, sangat familiar hingga setiap kali dia menatap pria itu, ada kesedihan yang muncul bersamanya. Seolah Xiao Zhan diciptakan dari sebuah kesedihan dan Wang Yibo ingin memperbaikinya. Membuatnya bahagia untuk waktu yang lama. Itu adalah yang dia inginkan, hingga dia menyadari, Xiao Zhan tidak pernah diciptakan dengan sebuah kesedihan. Itu adalah dirinya, yang menyakiti Xiao Zhan hingga membunuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines