As Clear As True Love (on going)

As Clear As True Love (on going)

  • WpView
    GELESEN 63
  • WpVote
    Stimmen 8
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Juni 11, 2020
zora percaya akan adanya cinta sejati. baginya cukup dibuktikan dengan adanya kisah cinta realita antara habibie & ainun cukup membuatnya semngkin kuat untuk percaya akan adanya cinta sejati asalkan setiap pasangan saling menyanyagi satu sama lain begitu pula dengan zora. zora selalu mencintai fathan tetapi fathan tidak mencintai zora melainkan membecinya. tetapi zora tidak pernah menyerah untuk mengejar fathan. sejatinya tidak ada cinta sejati di dalam kehidupan fathan. fathan terlalu sempurna bagi seorang ukuran seperti zora. akankah zora mampu bisa menggapai fathan dan menjadikannya cinta sejati seperti kisah habibie & ainun? ataukah zora hanya bisa memeluk banyangan fathan saja?. percayalah kisah ini akan menghadirkan sejuta rahasia didalam kehidupan zora. kisah ini tidak hanya melampirkan kisah cinta melainkan terselip juga kisah konflik keluarga dan sahabat. saksikan kelanjutan kisah antara zora dan fathan. ini adalah cerita pertama ku guys mohon kalian bantu dengan vote & khomen karena itu merupakan suatu penghargaan bagiku
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  •  First Love Again
  • ALATAS
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • Gadis Brengsek✔
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • Farhan & Zahra
  • The First
  • AGATHA (Ketua OSIS Galak VS Bad Boy Nyebelin)

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien