Satu Hari Mengenangmu

Satu Hari Mengenangmu

  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 7, 2020
Lama kita bersama. Menghabiskan jutaan detik dan ribuan hari bersama membuat hati kita terasa nyata, terasa menyatu dan berdetak selamanya. Hingga Tuhan memanggilmu, Tuhan mengambilmu, Tuhan menghentikan detak jantungmu, Tuhan menghentikan denyut nadimu. Tuhan... mengambilmu dariku. Ribuan hari, jutaan detik yang telah kita arungi bersama terasa mati, semacam berhenti pada momen-momen yang dulu pernah membuatku tersenyum bahagia. Pada momen dua minggu lagi yang aku tunggu, pada hari bersejarah yang akan terulang lagi untuk yang ke lima kali. Pada anniversary ke lima yang akan kita lalui bersama. Namun hari ini, beberapa saat lalu... saat Tuhan mengambilmu dariku dalam keadaan yang sulit kuterima. Ini adalah hari terburuk, hari yang membuatku terus mengingatmu dalam sendu. Kini, hingga hari yang mendatang aku hanya dapat mengenangmu, aku hanya dapat mengingatmu dalam kenangan lalu. Semiga tenang disana, Raga Juanda. Dariku Saraswati Gutama yang mencintaimu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#902
rindu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Menyerah atau Bertahan?
  • Restu Tuhan
  • Long Distance Relationship
  • Dear Nata (Selesai)
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • TROUBLE [TELAH TERBIT] ✅
  • Rainie ( END )
  • Misunderstand
  • KHALILA AND OTHERS
  • sorry (COMPLETE✔✔)

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan