Satu Hari Mengenangmu

Satu Hari Mengenangmu

  • WpView
    Leituras 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jul 7, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Lama kita bersama. Menghabiskan jutaan detik dan ribuan hari bersama membuat hati kita terasa nyata, terasa menyatu dan berdetak selamanya. Hingga Tuhan memanggilmu, Tuhan mengambilmu, Tuhan menghentikan detak jantungmu, Tuhan menghentikan denyut nadimu. Tuhan... mengambilmu dariku. Ribuan hari, jutaan detik yang telah kita arungi bersama terasa mati, semacam berhenti pada momen-momen yang dulu pernah membuatku tersenyum bahagia. Pada momen dua minggu lagi yang aku tunggu, pada hari bersejarah yang akan terulang lagi untuk yang ke lima kali. Pada anniversary ke lima yang akan kita lalui bersama. Namun hari ini, beberapa saat lalu... saat Tuhan mengambilmu dariku dalam keadaan yang sulit kuterima. Ini adalah hari terburuk, hari yang membuatku terus mengingatmu dalam sendu. Kini, hingga hari yang mendatang aku hanya dapat mengenangmu, aku hanya dapat mengingatmu dalam kenangan lalu. Semiga tenang disana, Raga Juanda. Dariku Saraswati Gutama yang mencintaimu.
Todos os Direitos Reservados
#897
boyfriend
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • I'm Alessa
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • ANCABAKA [TERBIT]
  • SERAGA (Completed)
  • KHALILA AND OTHERS
  • Rainie ( END )
  • Hopeless
  • Restu Tuhan
  • Laut Kelabu [Selesai]

"LO MILIH DIEM ATAU LO MAU GUE BUNUH?" "BUNUH AJA,PALING EFEKNYA LO BAKAL KEHILANGAN ORANG YANG TULUS SAMA LO" ~~~ Bahagia? Bagi nya dunia ini hampa semenjak kepergian sosok yang di sayanginya. Bukan nya ia malas mencari kebahagiaan,tapi takdir yang tidak mengunjungi kabahagiaan di hidupnya. "Tuhan,izinkan aku bahagia" "Bukan cuma Sakit,luka dan juga perih yang aku dapat setiap hari" Apakah luka itu kebutuhan manusia? Hingga aku tidak bisa menjauhi yang namanya LUKA.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo