Satu Hari Mengenangmu

Satu Hari Mengenangmu

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
Lama kita bersama. Menghabiskan jutaan detik dan ribuan hari bersama membuat hati kita terasa nyata, terasa menyatu dan berdetak selamanya. Hingga Tuhan memanggilmu, Tuhan mengambilmu, Tuhan menghentikan detak jantungmu, Tuhan menghentikan denyut nadimu. Tuhan... mengambilmu dariku. Ribuan hari, jutaan detik yang telah kita arungi bersama terasa mati, semacam berhenti pada momen-momen yang dulu pernah membuatku tersenyum bahagia. Pada momen dua minggu lagi yang aku tunggu, pada hari bersejarah yang akan terulang lagi untuk yang ke lima kali. Pada anniversary ke lima yang akan kita lalui bersama. Namun hari ini, beberapa saat lalu... saat Tuhan mengambilmu dariku dalam keadaan yang sulit kuterima. Ini adalah hari terburuk, hari yang membuatku terus mengingatmu dalam sendu. Kini, hingga hari yang mendatang aku hanya dapat mengenangmu, aku hanya dapat mengingatmu dalam kenangan lalu. Semiga tenang disana, Raga Juanda. Dariku Saraswati Gutama yang mencintaimu.
All Rights Reserved
#222
bye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Karamel [Completed]
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • Rainie ( END )
  • ANASTORY [END]
  • Long Distance Relationship
  • Dear Nata (Selesai)
  • I'm Alessa
  • GREENSTA [END]

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines