Satu Hari Mengenangmu

Satu Hari Mengenangmu

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
Lama kita bersama. Menghabiskan jutaan detik dan ribuan hari bersama membuat hati kita terasa nyata, terasa menyatu dan berdetak selamanya. Hingga Tuhan memanggilmu, Tuhan mengambilmu, Tuhan menghentikan detak jantungmu, Tuhan menghentikan denyut nadimu. Tuhan... mengambilmu dariku. Ribuan hari, jutaan detik yang telah kita arungi bersama terasa mati, semacam berhenti pada momen-momen yang dulu pernah membuatku tersenyum bahagia. Pada momen dua minggu lagi yang aku tunggu, pada hari bersejarah yang akan terulang lagi untuk yang ke lima kali. Pada anniversary ke lima yang akan kita lalui bersama. Namun hari ini, beberapa saat lalu... saat Tuhan mengambilmu dariku dalam keadaan yang sulit kuterima. Ini adalah hari terburuk, hari yang membuatku terus mengingatmu dalam sendu. Kini, hingga hari yang mendatang aku hanya dapat mengenangmu, aku hanya dapat mengingatmu dalam kenangan lalu. Semiga tenang disana, Raga Juanda. Dariku Saraswati Gutama yang mencintaimu.
All Rights Reserved
#183
bye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TROUBLE [TELAH TERBIT] ✅
  • Hopeless
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • KHALILA AND OTHERS
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • Long Distance Relationship
  • Karamel [Completed]
  • SERAGA (Completed)
  • Restu Tuhan
  • Full Of Scratches

[BEBERAPA PART TELAH DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN] Tempat yang paling hangat itu, dalam pelukan lembut Bunda. Tempat yang paling aman itu, dalam dekapan lengan lebar Ayah. Saat-saat yang paling menyenangkan adalah saat aku masih bisa menggenggam erat tangan saudaraku. Mereka hangat. Namun aku tidak bisa hidup bersama mereka. Tuhan, peluk aku. Aku lelah. °°° Namanya Devin. Jangan ditanya seburuk apa hidupnya. Buruk. Sangat buruk. Hal naas menimpa hidupnya sewaktu kecil, yang mana memaksanya berpisah dari keluarga sendiri. Ia hidup dengan berjuta luka yang telah tergoreskan. Tanpa ada seorang pun yang datang menolong. Tanpa ada sosok keluarga yang setia menemani. Dirinya terpisah, terkekang, terluka, dan hidup dengan memikul beban berat seorang diri sejak kecil. Hidupnya sangat berkebalikan dengan Devan~kembarannya. Devan memiliki sinar kebahagiaan yang memancar. Devan juga memiliki sosok keluarga dan teman yang selalu ada untuknya. Kebahagiaan selalu menyinarinya, bagai mentari menyinari dunia. Namun ada satu hal yang selalu mengusik hidup Devan selama ini. Tentang kesalahannya yang membuat Devin harus hidup terpisah dari keluarga. Hingga suatu hari, mereka kembali dipertemukan. Namun semuanya telah berubah. Devan semakin terpuruk melihat saudaranya yang kembali dengan sifat yang berbeda. Pendiam, dingin, dan tidak aktif seperti dulu. Tak ada kebahagiaan yang terpancar di mata Devin. Kedua manik mata itu benar-benar menyiratkan cedera parah dalam hatinya. Juga luka irisan di tangan Devin, sebagai saksi tentang kepedihan yang ia pendam selama ini. Dan ini adalah kisahnya... Selamat masuk ke dalam kisah abu-abu seorang Devin Reynanda. Happy reading... #1 in twins / 01/11/20 #1 in sadness / 24/10/20 #1 in sickstory / 23/10/20 #1 in pupus / 13/10/20 Hak cipta dilindungi undang-undang © @inyasidhyaa 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines