Am I Normal?

Am I Normal?

  • WpView
    Reads 345
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
"Saya tidak mencintaimu, Tuan. Sama sekali tidak." "Lalu?" "Entahlah, saya juga tidak paham." Ini adalah kisah seorang perempuan muda yang hancur di awal masa remajanya, mencari jalan pintas untuk meluapkan emosinya hingga ia terjebak dalam perjanjian bodoh dengan salah satu teman laki-lakinya. Baginya, hidupnya sudah tidak berharga lagi. Kesana kemari hanya untuk kepuasaan batinnya semata. Jika kau mencari kisah romantis, tak ada kata romantis di hidupnya lagi. Hatinya mati, semuanya sama di matanya. Hingga ia bertanya, Apakah aku normal? ***** Cerita ini akan terbagi menjadi beberapa BAB dan sub bab berupa potongan-potongan bagian pendek dihidup pemeran utamanya. Terfokus pada sudut pandang sang tokoh utama. Jangan pernah mencari sisi romantis cerita ini, karena yang terjadi hanya sebaliknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secrets and Agreements
  • Arabelle (NovelMe) New Version 🔚
  • About Naskala [on going]
  • Hilang 2
  • Arion (End)
  • My Friend Is My Crush (END)
  • Back For Me (Completed)
  • Mental Disease
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

Young Adult. Menjalani kehidupan sebagai seorang lady escort, bukanlah pilihan yang diinginkan Jean. Semuanya ia lakukan demi melunasi hutang yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui pekerjaannya termasuk ibu dan Nala, sahabat baiknya serta Arkan, kekasihnya. Hingga suatu hari, Benzana, cowok yang terkenal dengan kenakalan serta otaknya yang mesum itu memergoki Jean saat sedang bekerja. Membuat Jean bingung. Benzana, cowok yang notabene kekasih Nala itu mengetahui rahasia terbesarnya. "Cukup turutin kemauan gue, maka rahasia lo akan aman," ujar Benzana sembari menyunggingkan senyum smirk. Jean menatap tajam ke arah Benzana. "Jangan main-main sama gue, Ben." Benzana mendengus pelan. Kemudian tertawa sinis. "Harusnya lo yang jangan main-main sama gue, Jean." Kemudian cowok itu berjalan meninggalkan Jean yang menatapnya dengan sorot mata berapi-api. Namun langkahnya terhenti. "Ngomong-ngomong, badan lo oke juga," ujarnya tanpa membalikkan badan lalu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda. Bangsat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines