Fihata

Fihata

  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 30, 2020
Fihata Audrey Awili Seorang cewek cantik yang sedang jatuh hati. Apakah ia berhasil menggenggam cintanya? Lalu siapa orang yang menjadi incarannya? Ronald Davizein seorang lelaki tampan. Wajah yang memiliki garis keras sampai ke dagu, hidung yang mancung, bermata coklat terang dengan bulu mata yang lentik dan mempunyai lesung di masing masing pipinya. Ronald mempunyai kepribadian yang Cuek, dingin dan irit bicara itu sekarang menjadi incaran seorang Fihata Audrey Awili.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menentukan Takdir Antagonis
  • My Perfect Doll
  • playlist (completed)
  • I Love My Little Sister
  • IN ANOTHER LIFE (ON GOING)
  • Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)
  • K.A.V
  • Darling Watch Me Win
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride

Setelah kematiannya yang tragis, ia terbangun bukan di alam baka-melainkan di tubuh figuran wanita dalam sebuah novel dark-romance penuh kekejaman dan intrik. Namanya kini Axellia Jocelyn, sahabat setia dari antagonis pria yang dikenal bengis, sadis, dan tak punya belas kasih. Namun ini bukan sekadar perpindahan jiwa biasa. Ia diberi misi oleh pemilik asli tubuh Axellia: lindungi sang antagonis dari protagonis pria, seorang karakter "hero" yang ternyata jauh lebih kejam dan manipulatif daripada yang digambarkan dalam cerita. Sebagai sahabat satu-satunya yang berani menasihati sang antagonis, Axellia berada di tengah dua kutub kekuatan-cinta yang menghancurkan dan kebencian yang membunuh. Dalam dunia fiksi yang tak mengenal belas kasih, ia harus melindungi sosok yang seharusnya jatuh dalam kehancuran. Dan taruhannya? Tubuh abadi. Hidup selamanya. Kebebasan dari kematian. Namun semakin ia terikat pada dunia ini, perasaannya mulai terikat pada sang antagonis yang perlahan menunjukkan sisi manusiawinya. Dan saat batas antara fiksi dan realita mulai kabur, ia harus memilih: tetap menjadi figuran abadi... atau mengubah akhir cerita yang sudah ditakdirkan. "Aku bukan protagonis. Tapi kali ini, akulah yang akan menyelamatkan tokoh yang paling ingin dihancurkan oleh dunia."

More details
WpActionLinkContent Guidelines