Si cupu

Si cupu

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2020
Dinda septi anggara, seorang gadis berumur 17 tahun yang berasal dari kota semarang, yang tinggal di jakarta karena urusan pekerjaan orang tuanya. dia sering di bully karena selalu memakai kacamata dengan rambut yang di kepang dua... "ma, emang harus y klo aku pindah ke Jakarta?" ucap seorang gadis yang memakai kacamata bulat itu, tak lupa dengan puppy eyesnya. "harus dong nak, kan mama kerja di perusahaan atsan mama yang baru, hasilnya juga lumayan untuk bebutuhan kita" kata mamanya. " ya udah deh, dinda mau ma" kata dinda lesu "nah gitu dong, klo daritadi gitu kan enak" ucap mamanya dengan penuh semangat
All Rights Reserved
#16
cupu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • Marry Me, Kak! ( Selesai )
  • THE SECRET RELATIONSHIP
  • Serpihan Luka
  • Kiara And Dafa
  • Perjodohan Berakhir Cinta
  • SEMESTER TANPA PILIHAN.
  • CEO kejam suamiku
  • my ex my husband

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines