Story cover for Bukan dia by Arsta2705
Bukan dia
  • WpView
    Reads 1,600
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 1,600
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Jun 07, 2020
"kenapa kamu nggak bisa lihat, aku? aku adalah masa depan kamu, Mas! dan dia adalah masa lalu."

Aku terisak, tersenggal ketika napas terasa sesak. Tapi, laki-laki itu hanya menatapku tanpa ekspresi. Dia menyeringai, lalu maju selangkah mendekat kearahku. Aku tetap diam. 

"Kamu, tanya kenapa aku nggak pernah lihat kamu? Dan, apa? Tadi bilang apa? Dia masa lalu, dan kamu masa depan? Ck, dia adalah masa laluku, juga masa depanku. Dan kamu! Kamu adalag benalu. nggak lebih!"

Jangan tanyakan bagaimana kabarnya, jangan. hatiku mati seketika melihat kejujuran di matanya. lebih baik dia diam, dari pada bicara semenyakitkan ini. Kamu, masalalu suamiku. Tolong, pergilah. 
aku terisak, memeluk lutut. Dia? Langkahnya terdengar menjauh, disusul daun pintu yang menghantam dinding. Apa yang harus ku lakukan?
All Rights Reserved
Sign up to add Bukan dia to your library and receive updates
or
#246bayangan
Content Guidelines
You may also like
Satu Detik Terakhir by rasainiindah
47 parts Ongoing
"Apa yang bisa memisahkan cinta sejati? Katakan padaku, Nayla." Suara Adrian bergetar, penuh dengan kepedihan yang berusaha ia tahan. Matanya menatap Nayla dengan putus asa, seolah mencari jawaban yang bisa meredakan rasa sakit di hatinya. Nayla menggigit bibirnya, berusaha menahan gejolak emosi yang semakin menghimpit dadanya. Ia menoleh, menatap wajah Adrian untuk terakhir kalinya, sebelum akhirnya berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Takdir, Adrian..." Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung. Butirannya mengalir di pipi, bercampur dengan rintik hujan yang semakin deras. Adrian menatap Nayla tak percaya. Dengan penuh harapan, ia mengulurkan tangannya, mencoba menggenggam tangan gadis itu sebagai bentuk permohonan, sebagai pegangan agar Nayla tidak benar-benar pergi. Namun, Nayla menepisnya. "Kalau begitu, aku akan menantang takdir itu!" suara Adrian semakin meninggi, hampir seperti teriakan yang penuh kepedihan. "Tolong, Nayla... jelaskan padaku! Kenapa kamu menjauh?" Tangis Nayla semakin pecah. Seluruh perasaannya ingin ia tuangkan, tetapi ia tahu, kata-kata tak akan mengubah keadaan. Ia menunduk, bahunya bergetar hebat. "Takdir ini... tak bisa dilawan, Adrian..." suaranya lirih, seakan patah di tengah jalan. Ia berbalik, membelakangi Adrian. Langkahnya terasa berat, namun ia tahu, ia harus pergi. "Selamat tinggal..." Hujan semakin deras, seolah ikut menangis bersama mereka. Adrian tetap berdiri di tempatnya, menatap punggung Nayla yang semakin menjauh, membawa serta hatinya yang hancur dalam keheningan sore yang kelam. Yuk saksikan kisah selanjutnya😍😍😍
My Little Monster - Completed by octrouble_mg
39 parts Complete Mature
Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.
Kita yang tak bisa bersama  by sky_script
28 parts Ongoing
Kita yang Tak Bisa Bersama Hujan turun rintik-rintik, menambah kelam suasana malam itu. Bau tanah basah yang biasanya membawa kenyamanan, kini hanya terasa menyesakkan. Angin sepoi-sepoi membawa aroma hujan yang mengingatkan pada momen-momen indah yang kini hanya tinggal kenangan. Di sebuah taman kota, di bawah lampu temaram, mereka duduk berdua. Malam itu, tak ada lagi tawa yang biasa menggema di antara mereka. Tak ada obrolan ringan yang selalu menyatukan hati mereka. Hanya ada kesunyian yang menggantung, berat, seperti awan gelap yang tak kunjung pergi. "Ada yang ingin aku katakan," suara perempuan itu pecah, hampir tenggelam dalam gemuruh hujan yang semakin deras. Laki-laki itu menoleh. Senyum kecil terukir di wajahnya, namun tak lebih dari sekadar kebiasaan. Ia mengira ini hanya perbincangan biasa, seperti dua tahun terakhir yang mereka habiskan bersama. Dua tahun yang dipenuhi kebahagiaan sederhana-tertawa bersama, saling berbagi mimpi, menciptakan dunia kecil di mana mereka merasa aman dari kenyataan. Namun, malam ini, perempuan itu tidak tersenyum. Tatapannya kosong, bibirnya bergetar, dan tangannya menggenggam ujung rok dengan erat, seolah menahan sesuatu yang sangat berat di dadanya. "Aku akan dilamar besok..." ucapnya lirih, suaranya nyaris tenggelam dalam hujan. Dunia laki-laki itu seakan berhenti. Detak jantungnya terasa menghilang, digantikan oleh rasa sesak yang menghimpit dada. Laki-laki itu menatapnya lama, mencoba mengukir setiap detail wajahnya di ingatan, perempuan yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya, perempuan yang selalu membuatnya merasa tenang, yang selalu membuatnya merasa rumah.
Bring My Heart by titinyunilestari
47 parts Complete Mature
( CERITA LENGKAP) SEGERA BACA SEBELUM DIHAPUS. JANGAN LUPA VOTE DAN COMENT YA GUYS, AND FOLLOW AKUN PENULIS. IG Penulis@titinyunilestari "Aku tidak tahu seperti apa bentuk pertemuanku dengannya Setelah hubungan kita berakhir. Meski delapan tahun telah berlalu, dia masih menempati hatiku. Pria dingin yang mengajariku cinta untuk pertama kalinya. Aku tidak tahu siapakah yang paling kejam, takdirkah? Atau dia yang delapan tahun lalu meninggalkanku. Barangkali aku yang kejam pada diriku sendiri, membiarkan hatiku tenggelam dalam kenangan yang telah usai." Ini kisah Fayni, gadis yang masih terbelenggu dengan masa lalunya. Ia berusaha tegar hadir di acara pertunangan Revandra Adinata, lelaki yang sudah membawa hatinya. Ditengah keterpurukannya yang masih belum bisa beranjak dari masa lalu, ia menyimpan pertanyaan pada sosok yang kini telah menganggapnya asing, apa alasan lelaki itu meninggalkannya? "Bagaimana mungkin kamu menganggapku duniamu, sementara kamu tidak bersedia berbagi duniamu denganku." Revandra Adinata Cover by canva Rank Wattpad 1 Cemburu 7 Oktober 2022 1 Cinta Pertama 25 Oktober 2022 1 Cinta Pertama 28 Oktober 2022 1 Cinta Pertama 15 November 2022 1 Orang Ketiga 16 Januari 2023 1 Drama 17 Januari 2023 1 Coldboy 17 Februari 2023 1 Dokter Ganteng 19 Februari 2023 1 Dokter Ganteng 22 Februari 2023 1 Gagal Move on 12 Maret 2023 1 Gagal Move on 15 Maret 2023 1 Dewasa 27 Maret 2023 1 Gagal Move on 27 Maret 2023 Jangan lupa follow, happy reading... ?
You may also like
Slide 1 of 10
Dalam Diam cover
Melihat Cinta dalam Gelap cover
Satu Detik Terakhir cover
Time With You (SUDAH TERBIT) cover
My Little Monster - Completed cover
The Cruel Boy cover
Sekali Lagi (End)  cover
RAVA : Rafael - Vanya ( THE END ) cover
Kita yang tak bisa bersama  cover
Bring My Heart cover

Dalam Diam

21 parts Complete

[C O M P L E T E D]. "kamu berubah," katanya, matanya memancarkan sinar sedih. ada sesuatu yang aneh baginya, melihat ku berdiri didepannya dengan senyum angkuh. aku ingin tertawa dihadapannya, "memang," "kamu bukan yang aku kenal dulu," suaranya lirih. namun aku masih tersenyum. bersiap untuk menyakitinya, seperti dia menyakiti aku. lalu sebelum aku benar-benar pergi menjauh, aku menoleh, "pernah dengar patah hati mengubah segalanya?" • • • mungkin, suatu hari nanti kita berdua akan bertemu lagi. menyapa dalam suara pelan, berbincang sedikit. menoleh mengintip masa lalu, dan menyadari, dalam diam menyakitkan.