Forget To Forgive

Forget To Forgive

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"If god can taxe away something you neven imagined losing, then god can neplace it by something you neven imagined awning" Ada kenangan yang tak menyenangkan. Bagi Raka, Payakumbuh(Sumatera barat) memberinya kenangan yang menyedihkan. Ada kenangan tentang ibunya, juga kenangan enam tahun lalu tentang seseorang yang kehilangan nyawa tepat di depan matanya. Namun pekerjaan memaksakan lelaki itu untuk kembali ke kota kelahirannya. Bagi Clarisha, kenangan tentang Raka selalu membuatnya terpuruk. Perempuan itu menenggelamkan dirinya dalam lautan pekerjaan, melupakan urusan hatinya sendiri. Namun seringkali, kenangan pahit tak semudah itu untuk dilupakan, terutama ketika hati sulit untuk memaafkan. Mana yang lebih berat? Memaafkan orang lain atau memaafkan diri sendiri? "Because sometimes the matten is haw long you can take it"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Boyfriend
  • KALANDRA with ES [END]
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • YOU IN MY MEMORY (Completed)
  • Perfect Duet
  • cerita diatas kanvas
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines