AWAL BERTEMU DENGANMU

AWAL BERTEMU DENGANMU

  • WpView
    LETTURE 1,152
  • WpVote
    Voti 361
  • WpPart
    Parti 18
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, set 17, 2020
"Pertama awal bertemu denganmu adalah bahagia bagiku pertemuan pertama bersamamu adalah hari gugup untuku" "Dan pertemuan akan di sambut dengan perpisahan siap tidak siap itu akan terjadi di hari nanti" "Bunga akan berseri mekar jika matahari tetap bersinar, Bunga akan layu jika zat sinar telah hilang" Apakah ini awal dari bahagia cinta? ---Widia Dinda Vricilla 15:00AM Buka Handphone lalu menscroll beranda melihat sebuah notif yang menyapaku dengan salam "Salam kenal" ujar dia... lalu kubuka chatting dan membalas salam dia "Salam kenal juga" ujarku... Melihat profilnya sambil tersenyum bahagia "Ganteng juga" ucapku Lalu dia membalas pesanku "Namaku Andra Pratama Fauzan" ujar dia membalas chattku "Namaku Widia Dinda Vricilla" ucap balas chattku untuknya
Tutti i diritti riservati
#4
windy
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Crazy Marriage
  • WHEN YOU COME [Published]
  • My Duchess / End
  • My First Love
  • Moodbooster Ku [REVISI]
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti