19 Hz
  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2020
Apa jadinya jika suaramu tidak bisa didengar oleh mereka semua? Ya mereka, orang yang kau ajak bicara atau yang sering disebut dengan lawan bicara. Apa yang akan kau lakukan jika tidak seorangpun bisa mendengar perkataanmu? Maksudku perkataanmu dengan intonasi yang normal. Apa kau akan berbicara sambil berteriak? Bukankah itu nampaknya tidak sopan? Lantas bagaimana? . . Tunggu dulu!. Memangnya ada orang seperti itu? Bukan. Lebih tepatnya, apakah ada orang yang mengalami hal seperti itu? Ya tentu saja ada. Mungkin salah satu dari kalian atau teman kalian, pernah merasakannya. Ya mungkin nasib kalian tidak seburuk yang kalian katakan. Coba saja bayangkan gadis ini, hidupnya menjadi serba salah karena suaranya yang sangat halus, sampai tidak bisa didengar oleh orang lain. Sungguh menggores hati. Bagaimana tidak, saat dia ingin mengatakan sesuatu, tidak ada yang bisa mendengarkan suara tulusnya itu. Namun saat dia berbicara sambil berteriak, itu malah membuatnya terlihat seperti gadis yang tidak sopan, juga pembangkang. Ya begitulah hidupnya. Namanya Tyranisa Amanda, akrab dipanggil Tyra. Hidupnya yang awalnya terasa amat menyedihkan, berubah menjadi lebih berwarna ketika ia duduk di bangku SMA. Apakah bangku SMA bisa seajaib itu?
All Rights Reserved
#227
romance-friendship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Kelas A [End]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • My Friend and My Bestfriend
  • Lost In Your Song
  • Diary Duri [END]
  • No Longer Mate
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • Tentang Kita

"Dasar anak tak berguna!" "Pembunuh! Mati aja sana!" "Apa gunanya orang sepertimu kelak? Mending musnah aja dari sini sekarang juga!" "Hahaha ... sudah tak ada lagi seorang pun yang peduli padamu!" Ucapan yang terus terdengar di pendengaran gadis itu, sosok-sosok bayangan hitam terus mengelilinginya, berbicara kasar dan mengolok. Tertawa terbahak-bahak, menghina. "Enggak! Enggak! Aku bukan orang yang seperti itu, aku bukan orang itu! Bukan aku! Itu bukan aku! Bukan aku!" gumam gadis itu, yang membuatnya semakin takut. KRINGGG... KRINGGG... "Aaaarrrggh!!!" teriaknya ketakutan. Apa yang akan terjadi? Kenapa dia dihina? Siapakah sebenarnya mereka? Penasaran? Baca kelanjutannya, ya. Jaga kesehatan kalian kawan, sekeluarga.😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines