D E V A N O

D E V A N O

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 14, 2020
"Emang salah ya kalo aku suka sama kakak? Salah gadis sederhana kayak aku suka sama cowok populer kayak kakak?" tanya gadis didepannya yang sudah berderai air mata,dengan tatapan kosong. Seperti tidak ada harapan lagi untuk ia bisa bahagia. "Yang salah itu gue, gue terlalu kasihan sama lo sampai-sampai lo ngerasa bahwa perhatian yang gue kasih ke lo itu suatu bentuk kasih sayang gue ke lo. Padahal nyatanya gue cuma ngerasa kasihan sama hidup lo yang seakan-akan dunia gak pernah ngijinin lo bahagia barang sedetik pun" ucap Vano tanpa merasa bersalah sama sekali. Ucapannya itu sangat berbanding terbalik dengan hatinya yang mati-matian menahan sakit. "Maafin gue Syifa, malaikat kayak lo ga pantes bersanding sama iblis kayak gue. Gue terlalu pengecut buat ngakuin semuanya. Maafin gue" nyatanya ucapan maafnya itu hanya tertahan dalam kerongkongan nya saja. Ia tak sebaik itu untuk mengungkap semua kebenarannya. Ini adalah kisah dua anak manusia yang sama-sama terluka tanpa mau mengobatinya. Luka yang semakin menganga lebar seiring waktu berjalan. Dunia terlalu kejam untuk dijalani sendirian namun semesta juga tak pernah mengizinkan mereka untuk berjalan beriringan.
All Rights Reserved
#963
muslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Juan [REVISI]
  • Tak Seiman Cinta Dan Lukanya
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • AIRIS
  • Devon [END]
  • My Dear,is the Perfect "Husband"
  • Tak Satu Arah [Selesai]

rumah yang tadinya harmonis, berubah 180° hanya dalam satu malam,dan di sini lah kehancuran di mulai Entah siapa yang salah di sini,dan siapa yang tersakiti disini, semuanya merasakan sakit yang sama,namun mereka lebih memilih bertahan karena alasan masing masing. "Kita ga boleh benci sama orang yang udah hancurin hidup kita,kita juga ga boleh balas dendam sama orang yang merenggut kebahagiaan kita,semuanya sudah di atur dan tuhan tau mana yang lebih baik"-indah lexia cahya • • • • • • "Kita ga boleh benci sama dia kak,yang salah bundanya bukan dia" ucap indah mengusap lembut rambut panjang putrinya *kalau ga paham deskripsi nya mending langsung baca aja* ⚠️Wajib vote dan komen!!! •sebelum baca ikuti akun ku dulu biar ga ketinggalan info cerita kedua aku,semoga banyak yang suka ya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines