Story cover for Best Mistake by yunisandta
Best Mistake
  • WpView
    LECTURES 405
  • WpVote
    Votes 186
  • WpPart
    Chapitres 16
  • WpView
    LECTURES 405
  • WpVote
    Votes 186
  • WpPart
    Chapitres 16
En cours d'écriture, Publié initialement juin 07, 2020
Kehidupan Diandra berubah drastis begitu saja semenjak ia bertemu dengan Raffa Mahardhika, cowok paling digandrungi seantero sekolah. Siapa yang menyangka pertemuan tak disengajanya dengan Raffa akan merubah kehidupan SMA nya dan menjadikan momen kesalahan tersebut sebagai masa-masa terindah Diandra yang tak akan pernah ia lupakan..

      "Hmm. Itu.." Raffa ragu-ragu untuk melanjutkan. "Itu karena gue bingung harus ngomong apa sama lo setelah jujur,"
	Diandra tertegun. Apa cowok ini benar-benar suka padanya? Disampingnya, Karina dan Bella terlihat mesem-mesem sendiri.
	"Kalau sekarang lo udah nggak bingung?" tanya Diandra lagi.
	"Nggak," jawab Raffa mantap.
	"Terus yang mau lo obrolin emangnya apa?" 
	"Hmm. Gue lebih mau ke minta izin sih sebenernya,"
	"Izin?"
	"Iya," 
	"Izin buat?"
	"Izin..." Raffa diam sejenak. "Buat ngechat lo,"
	Pipi Diandra memerah. Walaupun terdengar simpel, pengakuan Raffa barusan sukses membuat hatinya meloncat dari tempatnya!
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Best Mistake à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#94fun
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Elvina [COMPLETED], écrit par Adelianni_
45 chapitres Terminé
-Elvina Allya Cewek tomboy yang biasa dipanggil El sedang menghadapi kasus friendzone. Dia selalu mengorbankan apapun demi kedua sahabatnya yang saling suka. Meskipun itu membuatnya berkali-kali menangis seorang diri dikamar. - • - "Lo pikir kenapa selama ini, selama bertahun-tahun lo jadiin dia samsak-nya emosi lo, lo pikir kenapa dia bisa bertahan sampai sekarang?" lanjut Ezra. Mendengar itu, El langsung tersadar tentang apa yang akan disampaikan cowok itu. Ia segera mendekat ke sebelah cowok itu dan berencana mencegahnya. "Zra," lirih El sambil memegang lengan Ezra dan menggeleng kecil untuk menyuruhnya diam. Namun, Ezra tak menghiraukan itu dan tetap melanjutkan apa yang selama ini ia tahu tanpa mau bergerak sedikitpun meskipun sudah ditarik oleh El. "Maksud lo?" tanya Rafa dengan bingung. Ia juga ikut penasaran saat Ezra tiba-tiba membahas hal itu. "Heh brengsek! Dengerin gue baik-baik ya. Buka kuping lo lebar-lebar!" tegas Ezra. Rafa menjadi terdiam dan mendengarkan cowok itu. "Dia suka sama lo bego! Dia sayang banget sama lo! Bahkan udah cinta!" bentak Ezra. Rafa kaget mendengar ucapan Ezra yang sangat di luar dugaanya. "Denger gak lo?! El tuh suka sama lo dari dulu! Sebelum lo kenal sama Rere!" tambah Ezra semakin membuat El marah. Plakk!! El menampar pipi Ezra dengan keras. -Rank- #13 friendzone [02/6/24] #937 sekolah [02/6/24] #296 teenlit [02/6/24] #130 wattys [02/6/24] #509 sahabat [02/6/24] #560 lucu [02/6/24]
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Secretly Looking at You (END) cover
Elvina [COMPLETED] cover
Arsyilazka cover
180° [END] cover
IGNITES (END) cover
RAVASYA [END] cover
AL - TA [END] cover
Because I'm Stupid (End) cover
Be Yours cover
Blonde & The Cold Heart [TERBIT] cover

Secretly Looking at You (END)

38 chapitres Terminé

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.