Dikhitbah Oleh Sang Idola

Dikhitbah Oleh Sang Idola

  • WpView
    Reads 2,726
  • WpVote
    Votes 127
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 21, 2021
Menceritakan seorang gadis yang sangat mengidolakan vocalis hadroh yang bernama syubbanul muslimin dia adalah Sayyidah latifah azzahra, ia sangat mengidolakan nya sampai sampai ia sering memimpikan nya dan selalu ia ceritakan kepada 3 sahabatnya. Salah satu vocalis hadroh itu bernama muhamad Nurus sya'ban dia adalah seorang ikwan yang baik lembut dan shalih. Pada suatu hari zahra ini bertemu dengan idolanya yaitu Nurus sya'ban di sekolahnya itu karena syubbanul muslimin itu diundang oleh salah satu gurunya untuk mengisi acara di sekolah nya itu. Ingin tau cerita selanjut nya langsung aja yah di baca😊
All Rights Reserved
#11
pratama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • HALAL! {HIATUS}
  • Pangeran Syurga Khaliza (Completed)
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM
  • Bahagia Bersama Mu
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • KANALA (TERBIT)
  • Takdir Dari Sang Pencipta

Nura Yasraa Assyairii, gadis mungil dengan tinggi hanya 145 cm, kulit kuning langsat yang lembut seperti rembulan, dan sepasang mata hitam bulat yang memancarkan pesona tak terdefinisi. Ia adalah anak kedua dari keluarga yang kaya. Tumbuh di tengah kasih sayang dan harapan besar orang tuanya. Di balik senyum cerahnya, Nura menyimpan ribuan cerita,tentang prestasi yang membanggakan, juga tentang tingkah laku nakal yang tak pernah habis diceritakan oleh guru-guru dan teman sebayanya. Bersama lima sahabat karibnya : Naomi yang telah 10 tahun bersamanya, Arisha si yang tidak bisa menangis , Zunaira yang berani, Cyra si toxic , dan Malaika yang berfikir kritis. Nura menjalani hari-hari penuh warna. Persahabatan mereka terjalin erat seperti simpul tak terurai, tumbuh dari pertemuan yang tak disengaja menjadi ikatan yang tak tergantikan. Namun, dunia mereka tiba-tiba berubah ketika satu keputusan orang tua meruntuhkan kenyamanan yang telah mereka bangun keenam gadis ini harus tinggal dan menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren yang dikenal akan kedisiplinan, aturan ketat, dan hukuman yang tegas. Dunia yang asing, dunia yang tidak mereka kehendaki. Bukan tanpa perlawanan, mereka pun mulai berulah. Segala cara mereka tempuh untuk menunjukkan ketidaksetujuan dari keusilan kecil hingga kenakalan yang membuat para pengurus pondok geleng kepala. Namun, di balik kenakalan itu, tersembunyi jeritan hati anak-anak yang masih mencari jati diri dan tempat untuk dimengerti. Pondok pesantren bukan hanya tentang hafalan dan doa, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi diri sendiri. Apakah enam gadis ini akan mampu menerima takdir mereka? Mampukah persahabatan mereka bertahan di tengah cobaan dan aturan yang mengekang? Atau justru pondok ini akan menjadi awal dari lembaran baru dalam hidup mereka,tempat di mana mereka menemukan makna sejati dari kedewasaan, iman, dan persahabatan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines