next part 👉"INILAH SAYA"

next part 👉"INILAH SAYA"

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Dengan apa adanya sehingga menulis terlihat lebih memakai jalan cerita yang benar ada nya Ok..tetap akan membahas ya "INILAH SAYA" banyak orang yang ga mau jujur ,"iya jujur setiap menulis kan satu jalan cerita tanpa harus merubah atau membolak balik kan kata atau kalimat yang sempat terlintas di otak Banyak yang bilang absurd banyak yang bilang dasar "CERITA GA JELAS" ok saya bisa terima Bukti nya mereka bisa mamahami apa yang saya tulis mereka tau ko yang nama nya perbedaan jadi ya ,"Anggap lah ini adalah sebuah karya yang beda dengan karya tulis yang lain nya, Saya ,Tuh " nulis apa yang di otak ya saya tulis ga ada yang di rubah sama sekali Dari perkata kalimat yang keluar ya {INILAH SAYA} ~karna menulis itu yang di butuhkan kejujuran ,saya menulis dengan apa adanya aj~ Jangan lupa untuk vote dan follow untuk menghargai karya saya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • SHORT STORY
  • the Orca's
  • Cinta Tapi Cinta?
  • save me
  • Natio
  • CATATAN HARIANKU
  • Karangan Ku

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines