Story cover for Ostensible by weareonemayo
Ostensible
  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jun 08, 2020
"Astaga baby!!" Pekik Ghea dan langsung menggendong bayi itu dengan hati hati

"Ssshhh cup cup cup sayang, jangan menangis. Heyy bunda disini. Kamu mau apa hum?" Ucapku sambil menimang Ello. Tapi sudah 10 menit berlalu tangis baby Ello tak kunjung reda.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ghea sanggup menghadapinya?

-----------------------------------------------


Jangan lupa dukungannya dengan follow, votement, dan krisarnya kak
All Rights Reserved
Sign up to add Ostensible to your library and receive updates
or
#183sean
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ] cover
Let It Fall [Tamat] cover
Evando&Seraphine [END] cover
Euphoria With Senior [•END] cover
AYKA cover
RESTOE BUMI cover
DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update) cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
Bad Girl VS Bad Boy {END}  cover
Malam Biru cover

Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]

34 parts Complete

Budayakan follow sebelum baca 😁 Sequel Assalamu'alaikum Paris Bagaimana jika dengan sebuah novel bisa mengubah takdir seseorang? Shoikhu sepertinya menaruh dendam dengan tantangan bundanya tentang membawa seorang gadis atau calon istri dalam kurun waktu 30 hari. Hingga ia menerapkan hal itu pada putra sulungnya. "Abang , Papa punya tantangan selama kamu kuliah di sana.Papa tantang Abang! Kalau Abang bisa menuhin tantangan Papa. Apapun keinginan Abang Papa penuhin. " Ucap Shoikhu. El mengernyit. "Jangan nyesel ya. Laki gak boleh tarik kata-katanya. " Jawab El. Shoikhu mengangguk. "Bawa calon istri Abang dalam waktu 30 hari. " Ucapnya Shoikhu membuat El terbelalak kaget. "HA? CALON ISTRI? " ~~~ "Lo jadi calon istri gue! Mulai detik ini kita pacaran! " Ucap El pada seorang gadis. Gadis berkerudung itu langsung memukulnya menggunakan buku tebal yang dibaca sang gadis. "Orang gila tu di rumah sakit bukan kampus! " Sarkasnya. El memegang pipinya yang ditampar kasar. Gadis itu langsung pergi dari perpustakaan Universitas Pradipta. "Gue lamar bulan depan! " Pekik El pada gadis itu. "BODOAMAT! " A/N : CERITA INI BELUM DI REVISI.