Ostensible

Ostensible

  • WpView
    Membaca 361
  • WpVote
    Vote 41
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 2, 2021
"Astaga baby!!" Pekik Ghea dan langsung menggendong bayi itu dengan hati hati "Ssshhh cup cup cup sayang, jangan menangis. Heyy bunda disini. Kamu mau apa hum?" Ucapku sambil menimang Ello. Tapi sudah 10 menit berlalu tangis baby Ello tak kunjung reda. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ghea sanggup menghadapinya? ----------------------------------------------- Jangan lupa dukungannya dengan follow, votement, dan krisarnya kak
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#59
noah
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Numbness (selesai)
  • The Story Of Aghea
  • Euphoria With Senior [•END]
  • Evando&Seraphine [END]
  • AYKA
  • BROKEN LOVE (End)
  • Cerita Kos-an || END
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan