Mencintai Tak Harus Memiliki

Mencintai Tak Harus Memiliki

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2020
Menceritakan tentang seorang gadis yang berusaha merelakan dan mengikhlaskan laki-laki yang cintainya untuk sang kakak tercinta. Namun, sang kakak bersikeras untuk menjauhkan sang adik dari laki-laki yang dicintainya. Dapatkah sang adik (Sania) merelakan dan mengikhlaskannya? atau, Berhasilkah sang kakak (Azila) menjauhkan sang adik dari kehidupan kisah cintanya? The last, Siapakah yang akan dipilih laki-laki itu (Ustadz Anwar)? Sania or Azila? Dapatkan jawabannya di sini 🤗😍.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTA YANG KU CARI
  • KEKASIH HALAL
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Fitrah Cinta
  • ZA&RA
  • Mengejar Cinta Kelas Sebelah
  • Ayyara Azalea Mahendra
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Cinta Suci Zahra✓

Terlahir dari rahim seorang pelacur bukanlah kemauan Ayesha, namun nyatanya kesalahan yang di perbuat orang tuanya sudah menjadi takdir yang begitu menyakitkan untuknya, tak bernasab dan mendapat kutukan sedari lahir benar-benar menyiksa hidup gadis itu, di tambah kegagalan cinta yang ia alami. Hingga semesta tak sengaja mempertemukannya dengan seorang lelaki bernama Irzan Ghazi El-Fathan, yang berhasil membuatnya jatuh cinta kembali di saat ia tidak ingin jatuh cinta lagi. Namun lagi dan lagi, kisah cintanya kembali di ambang ujian yang besar. Apakah Ayesha dan Irzan berhasil bersatu? "Semesta mempertemukanku denganmu disaat aku tidak ingin jatuh cinta lagi, ku harap kamu benar ingin menetap, bukan hanya sekedar singgah di hati." -Ayesha Nindia Taleetha- "Tidak ada pertemuan yang kebetulan, ini sudah termasuk takdir dari Allah, jika kamu tidak ingin jatuh cinta lagi, maka izinkan saya meminta izin Tuhanmu untuk masuk ke hatimu dan memperjuangkanmu." -Irzan Ghazi El-Fathan-

More details
WpActionLinkContent Guidelines