We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Temperameter: Memoar tentang Kehilangan dan Asa dengan Gangguan Skizoafektif

Temperameter: Memoar tentang Kehilangan dan Asa dengan Gangguan Skizoafektif

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 27, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Ketika aku membawa diriku sendiri ke psikiater, vonisnya membuatku terbungkam. Surat rujukan di tanganku nyaris ku robek karena di atasnya tertulis diagnosis gangguan jiwa yang paling aku hindari. Sedikit sekali orang yang bisa menerima kondisiku tersebut. Aku bahkan harus kehilangan orang-orang terdekatku dan kehilangan harga diriku di lingkungan kampus. Karena aku tidak tahan dengan semua diskriminasi ini, aku memutuskan untuk berhenti mengonsumsi semua obat-obatan yang diresepkan psikiater. Kupikir aku akan baik-baik saja, tapi ternyata halusinasi itu kembali dan kali ini dia mencoba bicara padaku. Sejak saat itu, aku menyadari aku tidak bisa terpisah darinya dan aku merasa sangat hancur. Dalam kejatuhanku, aku terus bertanya-tanya. Bisakah aku berjuang menjaga sisa harga diri dan kewarasanku di tengah-tengah stigma yang merebak? Dan apakah benar yang kumiliki sekarang hanyalah berupa sisa? Masihkah ada kesempatan untukku melalui hari-hariku selayaknya orang normal? *** TRIGGER WARNING PERINGATAN PEMICU Kisah ini adalah kisah nyata penulis yang diceritakan kembali dari sudut pandang penulis sendiri tanpa diubah, dikurangi, maupun ditambah dengan satu atau dua hal sekalipun; kecuali nama-nama orang yang terlibat demi melindungi identitas mereka. Kisah ini mungkin bisa memicu seseorang dengan kelainan jiwa karena mengandung kisah dan pembawaan yang berat dan sulit. Mohon dibaca dan diambil hikmahnya dengan bijaksana. Penulis tidak bertanggung jawab atas masalah dan penyimpangan apapun yang terjadi akibat mengabaikan peringatan ini dan akibat bersikap tidak bijaksana dengan kisah ini. Belum direvisi. Karya original berdasarkan kisah nyata penulis. Instagram: https://www.instagram.com/ibdati
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [✔] Lean On Me || Nomin
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Die in Seven Days [END]✔
  • Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Love in Psychiatrical
  • WHOEVER HE

<<𝙼𝚎𝚗𝚝𝚊𝚕 𝙷𝚎𝚊𝚕𝚝𝚑>> 🍃 - Ini bukan tentang siapa yang mencintai siapa, melainkan tentang siapa yang selalu ada di sampingmu dan mengingatkanmu untuk senantiasa mencintai diri sendiri. 🍃 - Untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, semoga cerita ini dapat memberikan kesan dan pelajaran bagi setiap orang agar dapat selalu menghargai diri sendiri. ⚠WARNING⚠ Cerita dibuat untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia pada tanggal 10 Oktober. Berharap pembaca dapat memetik pesan yang author coba sampaikan melalui cerita. Mengandung KONTEN SENSITIF bagi PEMBACA TERTENTU. Mohon bijak dalam menanggapi isi cerita⚠ ⚠Homophobic? Dimohon untuk mencari jalan keluar sendiri⚠ Start {08/10/21} End {10/10/21} 🥉 on #dissociativeidentitydisorder [17-10-21] ©derra_ra

More details
WpActionLinkContent Guidelines