Olivia vs Everybody

Olivia vs Everybody

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Olivia mempertanyakan apa arti hidupnya, setelah semua kebaikan yang dia berikan, tetapi justru kehidupan seakan-akan sangat memusuhinya. Prinsip yang dia pegang tentang selalu berbuat baik, menghibur orang lain, dan menebar kebahagiaan terasa tidak lagi relevan. Aidi menganggap hidup adalah penderitaan yang tiada akhir. Kebahagiaan adalah omong kosong yang digaungkan para pemimpi dan pemilik keberuntungan saja. Jika kamu mempunyai harapan, "selamat!" karena kenyataan akan datang membawakanmu buket-buket bunga yang disebut kekecewaan sebanyak ekspektasi yang kamu hidupkan. Mereka dipertemukan di sebuah Jembatan Penerimaan ketika Aidi melompat dan Olivia datang menyelamatkan.
All Rights Reserved
#2
penerimaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Riuh Dalam Sunyi
  • eternal flower
  • He's forever in my work
  • Transmigrasi Adella
  • Limited Time Antagonist [END]
  • Bound Dreams
  • Dearest
  • Silent Obsession
  • Back to Life for Revenge {END}
  • Obses Ex And My Crush

Aluna hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi yang tak berujung. Orang tuanya menuntut kesempurnaan, lingkungannya memujinya sebagai sosok ideal, tetapi di dalam dirinya, Aluna merasa rapuh. Setiap langkahnya bagai napas yang terhenti, takut akan kesalahan yang bisa mencoreng nama baik keluarganya. Namun, di balik semua itu, ada luka yang tak pernah sembuh, kerinduan pada kebebasan yang hanya bisa ia temukan dalam sunyi. Di sekolah, Aluna dihadapkan pada konflik dengan teman-temannya, yang perlahan-lahan membuka mata bahwa dunia tidak sehitam putih yang ia bayangkan. Di rumah, hubungan dengan keluarganya perlahan retak ketika ambisi orang tua mulai mengorbankan perasaan dan mimpinya sendiri. Ketika Aluna mulai mempertanyakan apa arti bahagia, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam riuh yang menyakitkan atau melepaskan segalanya untuk menemukan sunyi yang menenangkan. Namun, apakah ia cukup kuat untuk melawan? Ataukah ia hanya akan menjadi seorang gadis yang tenggelam dalam ekspektasi, tanpa pernah benar-benar menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines