Last Year With(out) You

Last Year With(out) You

  • WpView
    reads 138
  • WpVote
    Stemmen 24
  • WpPart
    Delen 5
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd vri, jun. 26, 2020
Kisah tentang dua insan yang terlibat dalam suatu perasaan penuh ikatan. Dua insan yang sama sekali tak mengenal arti kasih sayang. Dua insan yang bertemu dengan ketidaksengajaan. Dua insan yang akhirnya mampu memaknai arti kebersamaan. Akhir tahun bukanlah waktu yang singkat. Akhir tahun adalah rentang waktu Alika memahami arti kasih sayang, persahabatan, dan kebersamaan. Kini, akankah mereka akan terus bersama? atau apakah badai akan menerpa kebersamaan mereka? Lantas, apabila mereka tak ditakdirkan untuk berbagi duka, untuk apa mereka ada? "Kita. aku berharap cukup ada kita, tanpa ada dia terutama kalimat tak lagi bersama." -Alika Fernanda "Jika waktunya telah tiba, biarkan aku bahagia." -Rian Rajendra
Alle rechten voorbehouden
#192
penasaran
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Sawala [1]
  • Alisyah&Alinah
  • KEMBALI
  • Cerita Kita[ENDING]
  • Over and over again, you(END)
  • Unforgettable, every second of it
  • BIGASHA |-END-|
  • Promise

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen