SWASTAMITA untuk GENTA

SWASTAMITA untuk GENTA

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Jika garis takdir tak memungkinkan kita bersama, izinkan aku menyampaikan rasa yang terbengkalai. Aku bukan pujangga yang unggul dengan syair indah nya. Aku juga bukan novelis yang selalu mampu mengungkapkan rasa dengan kata. Aku hanyalah manusia biasa yang bersikukuh untuk memperjuangkan seseorang yang tak ingin ku perjuangkan. Ketika sang mentari menghilang di bawah garis cakrawala di sebelah barat sana, dan warna merah di langit pada waktu ia terbenam tak dapat ku nikmati indahnya bersamamu, maka izinkanlah aku menikmati nya seorang diri untuk mu, untuk mengingatmu. Ku persembahkan ini, Swastamita untuk Genta.
All Rights Reserved
#144
genta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm Into You, Lily ✓
  • INTUISI || ft. Tokuno Yushi
  • CARAPHERNELIA
  • Nikah Muda [✔]
  • Geanna[Lengkap]
  • Shivviness[END]
  • Between Us | TWS
  • That's All Cause of Love (COMPLETED)
  • Cegil Komplek [00L]

Folder 1. Aku Padamu kak Erza Folder 2. Aku Padamu Lily Kalau aku disuruh menggambarkan sosok Erza Regawangsa, aku akan jawab, tahu perosotan waterboom? Nah, itu hidungnya. Tahu semut rang-rang? Nah itu alisnya. Tahu triplek? Itu mukanya. Tahu beruang kutub? Mereka teman akrab, sama-sama dingin. Tahu pangeran berkuda putih? Ini, nih yang aku males bilang, mereka emang beneran mirip gantengnya. Kalau kalian pikir aku bakalan klepek-klepek hanya dengan sekali kibasan rambutnya, atau langsung meleleh cuma melihat mata jelaganya yang tajam, kalian salah besar. Aku bukan bagian dari sekumpulan cewek-cewek pengagum sosok Erza. Aku sebagian kecil, atau cuma aku satu-satunya cewek di SMA Saga yang memendan dendam kesumat sampai ke ubun-ubun. Kalian pengin tahu kenapa sebegitu bencinya aku sama dia? Mendekat sini, aku bisikin alasannya. Sahabatku, Vina saja tahu semua. Aku gak akan biarin kalian terserang demam tinggi hanya gara-gara memendam penasaran akut. "Pada suatu hari yang cerah, cerita ini dimulai ketika ...." "Lily!" Bahaya! Aku harus segera melarikan diri. Maaf, mungkin belum saatnya aku memberitahukannya sekarang. Ini masalah kelangsungan hidup dan matiku, tergolong sangat darurat dan sedang aku pertaruhkan. Aku janji akan menceritakannya sampai benar-benar tamat jika kalian mengikuti perjalanan paling mengenaskan selama aku jadi peserta didik baru di SMA ini. Bye-bye! "Lily berhenti sekarang juga! Di saat kaki-kakiku berlari menelusuri koridor, kepala dengan komando sendirinya memutar ke belakang hanya untuk memastikan entitas si muka triplek dan wajahnya semerah pantat babon. Lampu merah! Peringatan keras! Dia benar-benar sangat marah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines