Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Annora
  • WpView
    LECTURAS 91
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ene 7, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Apa kalian percaya pada peta? Apakah peta menggambarkan semua tempat di bumi? Tidak, Mengapa bisa ada pasang surut air laut? Mengapa bisa bunga kembali mekar saat sebelumnya ia membeku di musim dingin? Mengapa bisa suhu berubah sesuai musim? Mereka yang melakukannya, roh alam.. Makhluk mitologi yang sangat indah dan memiliki sihir untuk mengatur alam semesta. Apa yang terjadi jika manusia bertemu mereka? Bisakah diantara mereka tumbuh rasa cinta? Ataukah hanya akan menjadi perpisahan yang pahit? Mengisahkan sesosok roh alam yang jatuh cinta pada seorang manusia. Akankah ia bisa bersatu dengan cintanya? " Sekarang kau adalah anak kami, Annora Roswildde." " Putra mahkota melamarku?! Tapi.. Aku ini... Bukan manusia.." . . . Story by : MipanSum0006
Todos los derechos reservados
#9
nymph
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • Eternal Oath | Sylus • Love And Deepspace
  • [END] Dunia Kedua
  • BOUND
  • GRACLE BLACKSMITH (Segera Terbit)
  • The Celestial Of Chronicles[END]
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • Reach My Soul

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido