NERISSA [Terbit]

NERISSA [Terbit]

  • WpView
    Reads 4,496
  • WpVote
    Votes 1,379
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 27, 2021
SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS Tak ada salahnya memendam perasaan pada seseorang karena rasa cinta adalah fitrah. Tentang bagaimana seorang wanita yang sudah lama memendam rasa cintanya, dengan cara mendoakan dan memperbaiki diri agar bisa dipersatukan olehNya. "Aku menyukaimu Sakya" Nerissa mengungkapkan dengan takut "Terimakasih sudah mau jujur, memang cinta itu fitrah namun sebaiknya kita mengharapkan cinta Allah agar mendapatkan hambanya, namun maaf saya sudah memiliki calon" balas Sakya menolak secara halus Nerissa terdiam seribu bahasa, Hati dan perasaannya seperti dihantam bebatuan, Rasanya sesak sekali. "Siapa wanita yang mampu mendapatkan hati Sakya tanpa berjuang ? Aku yang sudah berulangkali terluka masih saja tidak bisa mendapatkannya, Ya Rabb Sakit sekali hati hamba" Batin Nerissa tak terima Sesungguhnya hanya Allah yang tau takdir terbaik untuk hambanya 🍩jangan lupa vote ya 🍟jangan lupa follow juga 😊semoga suka
All Rights Reserved
#50
panti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • SINGGAH (Telah Terbit)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • SIRAT DUA SURGA
  • Rafiq Aljinah [TELAH TERBIT]
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines