Back Then: The Truth In The Past

Back Then: The Truth In The Past

  • WpView
    Odsłon 81
  • WpVote
    Głosy 11
  • WpPart
    Części 3
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., sie 16, 2020
Kaya. Makanan. Pria Tampan. Tiga hal yang paling didambakan oleh Lia sebelum terlelap. Sebuah pelarian ketika terlalu lelah menghadapi fakta bahwa hidupnya sebagai remaja biasa saja tanpa kemewahan maupun popularitas. Suatu kesempatan di mana segala sesuatu hal yang diinginkannya dapat terwujud di sana. Berawal dari mimpi di siang bolong membuat Lia tidak sengaja terhubung oleh dimensi waktu yang berada jauh sebelum masanya. Sebentar singgah, sebentar pergi. Tak ingin mencari tahu mengapa, Lia kelewat menikmati bagaimana alam bawah sadarnya bekerja membawa beban pundaknya pergi. Tanpa ia sadari satu per satu mimpi aneh terus hadir dalam tidurnya bahkan hingga mengganggu dalam kehidupan nyata. Hari-harinya selalu dipenuhi oleh teka-teki yang harus ia pecahkan sebelum batas waktu yang ia punya berakhir. Membuat Lia mau tidak mau harus berpetualang melalui ruang dan waktu menghadapi setiap rintangan agar dapat segera mengakhiri kekacauan yang terjadi. Lalu bagaimana jadinya jika Lia tidak dapat menyelesaikan teka-teki yang seharusnya ia selesaikan? Apakah Lia mampu menyelesaikan segala teka-tekinya sendirian ? *** This isn't my first story but, I'll try my best. Hope u guys like it ! Xoxo
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#3
century
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • [END] Blind Rainbow
  • Kalut ingin Tuntas[COMPLETED]
  • LAKUNA
  • Crazy Lovely Man [Tamat]
  • Bersauh (TAMAT & DIBUKUKAN)
  • The Power Of Stalker
  • Kekasih Halal [TERBIT]
  • Beruang Kaludra [Terbit]
  • My Perfect Wife ✔️ [TAMAT]

{FOLLOW KALAU SUKA, MENTEMEN} "Karel, kamu sudah makan? "Peduli banget gue udah makan apa enggak," "Eh ... Dengar ya ... Lo disini bukan berarti lo bebas mau tau tentang gue" "Kamu harus makan," "Kata mama, maag kamu tidak boleh kambuh lagi" "Mau lo apasih? Hah?," "Terserah gue makan apa enggak, gak ngaruh ke elo, gue sakit apa enggak itu bukan urusan lo" "Jelas itu urusan aku, aku gak mau kamu sakit" "Lo suka gue?" "Kalau iya kenapa?" "Jauhin perasaan lo, karena sampai kapan pun lo akan selalu sama dimata gue," "Pembunuh!" *** Mungkin dari sekian cerita yang ada, ceritaku ini tak sebanding dengan cerita lainnya. tapi jujur ini aku mendalami banget biar suasana hati para tokohnya nyampai ke kalian juga hehehe. Mau tau kisah mereka? yuk mampir siapa tahu nambah. Baca Prolognya aja dulu. Kalau gak suka dimohon dengan hormat buat meninggalkan lapak ini. Menarik? monggo di baca gak ngurangin rasa hormat saya ke kalian :) Plagiat tidak diperbolehkan karena hak cipta dilindungi undang-undang. Ditulis : 14 Agustus 2021 Publis : 3 Januari 2022 End : 21 Oktober 2025 Cover by @Pinterest Edit by me

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści