Back Then: The Truth In The Past

Back Then: The Truth In The Past

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2020
Kaya. Makanan. Pria Tampan. Tiga hal yang paling didambakan oleh Lia sebelum terlelap. Sebuah pelarian ketika terlalu lelah menghadapi fakta bahwa hidupnya sebagai remaja biasa saja tanpa kemewahan maupun popularitas. Suatu kesempatan di mana segala sesuatu hal yang diinginkannya dapat terwujud di sana. Berawal dari mimpi di siang bolong membuat Lia tidak sengaja terhubung oleh dimensi waktu yang berada jauh sebelum masanya. Sebentar singgah, sebentar pergi. Tak ingin mencari tahu mengapa, Lia kelewat menikmati bagaimana alam bawah sadarnya bekerja membawa beban pundaknya pergi. Tanpa ia sadari satu per satu mimpi aneh terus hadir dalam tidurnya bahkan hingga mengganggu dalam kehidupan nyata. Hari-harinya selalu dipenuhi oleh teka-teki yang harus ia pecahkan sebelum batas waktu yang ia punya berakhir. Membuat Lia mau tidak mau harus berpetualang melalui ruang dan waktu menghadapi setiap rintangan agar dapat segera mengakhiri kekacauan yang terjadi. Lalu bagaimana jadinya jika Lia tidak dapat menyelesaikan teka-teki yang seharusnya ia selesaikan? Apakah Lia mampu menyelesaikan segala teka-tekinya sendirian ? *** This isn't my first story but, I'll try my best. Hope u guys like it ! Xoxo
All Rights Reserved
#381
watty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bersauh (TAMAT & DIBUKUKAN)
  • Beruang Kaludra [Terbit]
  • REGRET
  • SHILA [END]
  • AKSA
  • Dear, Pak Dosen
  • The Power Of Stalker
  • My Perfect Wife ✔️ [TAMAT]
  • LAKUNA
  • New World [REVISI]

Hanya Rama yang Aira tunggu untuk menggenggam tangannya. Hanya Rama yang selalu mengisi impiannya. Dan hanya Rama, yang Aira inginkan untuk menjadi pelabuhannya, melindunginya dengan segenap raga. Hanya Rama... Rama... Rama... Dan Rama.... Bukan pria yang lainnya. Bukan pria tak tersentuh seperti Tombak. ... suaminya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines