A Problem [END]

A Problem [END]

  • WpView
    Reads 40,601
  • WpVote
    Votes 2,873
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 3, 2024
"Aku tidak pernah menganggapmu menjadi bagian dalam hidupku, jadi kau tidak berhak mengambil hartaku!" KJS "Aku tidak ingin kehilangan lagi, dan kau sengaja membuatku hampir saja kehilangan orang yang kusayangi?!" LSM "Tanpa rasa bersalah kau kabur meninggalkan korban kecelakaan? Karenamu ibuku pergi untuk selamanya!" PCY "Cukup sekali saja, kau hampir menghancurkan hidupku, dan kau kembali hanya untuk menghancurkan hidupku lagi?!" KJN END
All Rights Reserved
#14
chaelisa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROblem ✓
  • Lalisa "sorry"
  • If I Leave (JENLISA) ✔️
  • STAY WITH YOU - STAY Season 2
  • THE HAPPIEST - JENLISA [G×G]
  • Hey, Lisa ✔ [TERBIT]
  • Flower Road | BLACKPINK
  • Love Me, Please (lisa)
  • Days With You ✔
  • MRS GENERAL - JENLISA [G!P]

"Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam cerita besar dunia, tapi aku hanya ingin memiliki kesempatan untuk memeluk mereka." Choi Jisoo berhati batu telah melunak karena rasa bersalah. Yang masih salah, dia melakukannya setengah-setengah, karena hatinya penuh keraguan, tak punya pendirian, seringkali meyakini hal yang salah, dan mudah terpengaruh. "Aku mungkin gila, tapi tidak sebodoh itu." "Aku mungkin bodoh, tapi tidak segila itu." Choi Jennie dan Choi Chaeyoung sedang saling memunggungi. Kini penuh perbedaan, tapi sebenarnya sama. Sama-sama gila dan bodoh. Mereka adalah si pelanggar aturan yang berusaha berubah menjadi manusia penuh pengertian. "Aku adalah aku. Aku tidak ingin berubah, tapi keadaan memaksaku. Tidak semuanya, aku masih melihatmu." Choi Lisa masih minim kepercayaan diri, tapi ingin membuat semua orang melihat ke arahnya dengan rasa kagum. Sepandai tupai menyembunyikan kacangnya, semahir itulah Lisa menutupi perasaannya. Satu-satunya yang tidak berbeda dari mereka adalah kemarahan. Mungkin waktu dan pengalaman akan membuat mereka lebih belajar cara mengendalikan lidah setajam pedang yang tidak mungkin berkarat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines