Puisi
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2020
puisi ini dibuat dengan racikan rasa senang, sedih, bimbang, resah, kecewa, bercampur dengan bumbu halusinasi dan kegalauan level ekstra juga penyedap rasa yang mampu membangkitkan perasaan 😉 dengan bumbu bumbu rahasia penambah cita rasa. Selamat membaca hingga terbawa suasana👌Terimakasih🙏Terima kritik dan saran ya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • My Poems!
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • My Qoutes of the days
  • Tentang Luka yang Begitu Setia
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Poetry Sad
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Rasaku, Tak Berujung... [END]

[UPDATE 2/MINGGU] #kisahraina Saat kisah cinta yang bermula manis, mendatangkan pahit yang teramat sakit. Kufikir kepercayaan dan ketulusan akan berakhir baik, tapi ternyata penghianatan sebagai balasan terkejam. Aku adalah serpihan yang tersisa dari ribuan keping hati yang telah kau hancurkan. Aku adalah air mata yang terus mengalir kala kau goreskan luka. Cintamu hanya sebatas janji, tak lebih dari kata-kata yang hanya di bibir sahaja. Andai waktu pertemuan kau dan aku hanya sepintas lalu, mungkin mencintaimu takkan pernah kulakukan. Kini tinggallah aku, dengan rasa kecewa atas semua luka yang kau berikan. Kini tinggallah aku, dengan sebuah harapan agar kau binasa. Coppyright©2018, By Maya Revelita

More details
WpActionLinkContent Guidelines