Mengejar Senjakala

Mengejar Senjakala

  • WpView
    Reads 9,211
  • WpVote
    Votes 810
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Selama dua tahun, Kafka mengejar Nadya-gadis yang pertama kali ia temui saat ospek, saat ia menjadi mentornya. Tapi perasaan itu tak pernah ia ungkapkan. Bukan karena kurangnya keberanian, melainkan karena ketakutannya sendiri-takut bahwa harapannya terlalu besar, takut bahwa mendekatinya hanya akan membawa luka. Nadya tampak sempurna di mata semua orang, tapi Kafka tahu ada sesuatu yang ia sembunyikan. Ada kesedihan di balik senyum yang selalu ia tunjukkan. Dan semakin ia mencoba menjaga jarak, semakin besar keinginannya untuk mengungkap kebenaran dan membantu gadis yang diam-diam telah ia cintai. Namun, apakah cinta cukup untuk menembus dinding yang Nadya bangun begitu rapat? Ataukah ada rahasia yang seharusnya tak pernah Kafka ketahui? Copyright© Vhiesunshine , 2025. On Going
All Rights Reserved
#85
angrybao
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Caged
  • Felicity [On Going]
  • Our September Moments (Complete)
  • Jejak Luka, Jejak Cinta (TAMAT)
  • See You After Midnight [END]
  • Agga? Sucks! (SELESAI)
  • Dear, You.

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines