Berbicara Soal Pemimpin

Berbicara Soal Pemimpin

  • WpView
    Dibaca 294
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 21, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Menjadi pemimpin itu mengerikan Raja!" "Ibu menyekolahkanmu bukan untuk menjadi pemimpin, bukan untuk menjadi orang hebat seperti pejabat yang tamak di luaran sana!" Aku menatap lekat cahaya yang mulai memudar dari wajah ibu, ibu tidak mengerti tentang impianku untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan cepat aku mengeluarkan selembaran kertas yang ada di dalam tas ku kepada ibu, aku memberikan tatapan penuh harapan harap harap ibu bisa menerima dan mengerti dengan impianku dan kondisi pendidikanku yang berharga sekarang. "Ibu.. biarkan Raja berkuliah di kota primadona itu, di tempat pemimpin itu singgah." Ucapku meyakinkan ibu dengan menggenggam kedua tangannya. Aku rasa ibu pasti sudah keliru dengan keinginanku untuk menjadi seorang pemimpin, yang berkuasa di sana memang sangatlah kejam, tapi tidak semua pemimpin terlahir menjadi kejam bukan? Ibu menatapku dengan tatapan nelangsa. "Menjadi pemimpin itu tidak mudah, Raja." "Maka dari itu, tolong do'akan Raja semoga Tuhan mempermudah jalan impian Raja."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#122
cowok
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Asa Di Putih Biru (END)
  • dimana janji tersebut
  • Xaviera || On Going
  • JANUARGHA
  • Wasted Princess [On Going]
  • Only You [Slow Update]
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • DANADYAKSA
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)

"Dia seperti langit. Begitu indah tapi, terlalu tinggi hingga susah digapai. Ada tapinya lagi nih susah digapai bukan berarti gak bisa di gapai kan?" "Rayu sang pencipta, berbisik pada bumi di saat orang terlelap tidur maka harapanmu sampai ke langit." "Benar, Tuhan mengabulkan doa hambanya di waktu yang tepat." "Tuhan mengizinkanku merasakan indahnya cinta tapi aku sadar ini bukan waktunya." "Dia berhasil mengenalkan cinta padaku tapi ingkar tentang mengajarkan hal itu." "Kita hanya bisa berusaha menahan rasa yang ada, sisanya tinggal Tuhan yang mengatur." "Aku berhasil mendekatinya tapi susah untuk menggapainya. Jelas, sainganku adalah Tuhannya tentu kalah." ***** Tentang seorang gadis yang gencar mengejar lelaki seangkatannya itu dengan dalih kata suka dan kagum sekaligus menawarkan pertemanan. Mengejar, mendekati, caper itulah yang gadis itu lakukan agar lelaki yang dikaguminya mau menjadi temannya. Dilarang plagiat! Nyusun kata jadi kalimat itu susah loh

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan