Because I'm Care

Because I'm Care

  • WpView
    Reads 1,304
  • WpVote
    Votes 481
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2020
Dia benci ketika melihat mata seseorang menyorotkan kesedihan, dia benci melihat seseorang yang sangat tertekan, dia benci melihat seseorang merasakan apa yang ia rasakan. Tidak, tidak boleh! Dia tidak akan membiarkan siapapun merasakan apa yang ia rasakan. Dikucilkan, diasingkan, diledek, tidak diperlakukan dengan baik, dipandang sebelah mata. Sungguh, itu... menyakitkan! Sampai dia bertemu dengan seseorang yang matanya selalu menyiratkan kesedihan, kehampaan, dan kekosongan. Namun, 'seseorang itu' selalu menutupi semuanya dengan sikap sok tegar. Seolah-olah tidak ingin terlihat lemah dan berujung dikasihani oleh orang-orang. Karena itu... dia akan sangat menjadi seseorang yang peduli. •Diharap Follow terlebih dahulu! •Don't copy paste! •Story by: @Faro_Chan JUNI 2020!
All Rights Reserved
#523
chan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • (N)ever Be Real [END]
  • Having You
  • Archetypal [Terbit]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • BINA
  • As Time Allows
  • Sakit? |✔
  • DEPHELINE
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines