"Gue benci sama lo, bukan suka! Ngerti ga?!" ucap Reihan penuh penekanan.
Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Ica menjawab "apa salah aku kak han, kenapa kakak begitu membenci ku?", tak dapat ditahan lagi air matanya yang sudah tak terbendung mengalir begitu saja. Ia tidak peduli teman dilihat oleh seluruh penghuni kelas.
"Mau tau alasan gue benci banget sama lo itu karena selalu caper ke Rafael yang jelas-jelas suka sama Letta, dia nggak enak sama lo, dan ya lo itu alay tau nggak. Dasar cerewet!" jawab Reihan lalu pergi, dan menyuruh semua orang untuk pergi meninggalkan Ica dan teman-temannya.
Ica pun seketika terduduk, "kenapa semua orang membenci ku?, kenapa aku yang harus tersakiti setiap harinya?. Dan apakah karena pribadi yang cerewet membuat orang risih?" hikss..hiksss "dunia nggak adil" ucap Ica parau tanpa memperdulikan dirinya.
Ya,
Kisah Enam Gadis yang di pertemukan secara tidak sengaja hingga membuat sebuah hubungan persahabatan yang bernama 'DLITSI'..Mereka memiliki karakter yang unik-unik, sifat yang berbeda tapi tujuan yang sama.
Berbagai masalah persekolahan terjadi, mulai dari perkelahian, pertentangan, hingga percintaan yang begitu rumit.
Semenjak bertemu dengan geng Alshad Sultan Rafael semuanya berubah, bahkan perebutan teman dan pacar terjadi. Lucu bukan?
---
"Jarak boleh berpisah, tapi hati tetap bersama", Reihan Geraldy Almero
"Kagum bukan berarti suka, dan benci belum tentu tidak cinta", Aryni Marissa Danendra
"Persahabatan bukanlah yang paling lama mengenal, tapi mengetahui lebih dalam" Alshad Sultan Rafael
"Karena sebaik-baik sahabat ialah yang everytime, everywhere mentraktir sahabatnya." Andzia Mahiffa David
.
.
.
Penasaran? Gimana selanjutnya..?
Yukk baca,tapi jangan ninggalin jejak yah:)
Jangan lupa vote,comment,and follow author
Gumawo❤
[Follow sebelum baca]
"Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan.
"Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha.
Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba"
Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya.
Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro.
Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva.
Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi.
"Mau kemana?"
"Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga"
"Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?"
Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini.
Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya!
#rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021]
#rank 1 in Umum [23 -10 - 2021]
#rank 1 in Umum [30 -10 - 2021]
#rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021]
#rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021]
#rank 1 in School [08 -12 - 2021]
#rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021]
#rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022]
#rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022]
#rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022]
#rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]