MADU
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2020
Dua kata untuk kisah ini? BROKEN HOME. Memangnya kenapa kalo anak broken home? Ayah ibuku menentukan hidupnya masing-masing dan mereka tidak perlu aku untuk memutuskan apa yang terbaik untuk hidup mereka. "Anak pembawa sial!" Ucapan yang sering dilontarkan orang tua kandungku. Apa yang salah? Aku juga tidak meminta untuk berada di keluarga dengan kondisi seperti ini, aku tidak bisa memilih. Dosa mereka bukan dosaku, kesalahan mereka bukan salahku. Sial, kenapa harus aku dilahirkan jika pada akhirnya aku juga yang disakiti? Namaku tak semanis hidupku. Ini lah kisahku, Madu Salsabila.
All Rights Reserved
#14
gadispolos
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • mengapa aku dilahirkan
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Eliinaa
  • Bayi Dosenku 2
  • BROKEN : The secret of life
  • ZiAron [END]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Adek Abang || END

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines