AKSARA
  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2020
Ketika tidak ada lagi rasa simpatik dihatinya, rasa manusiawi di dirinya membuatnya menjadi sosok manusia yang jantungnya terus berdetak namun hati nya telah mati, perasaanya telah pupus semenjak orang tuanya membuangnya dengan bersisa kardus dan secarik kertas bertulis AKSARA PRAYOGA. Aksara membenci kedua orang tuanya, tidak ada kebahagiaan dalam hidupnya, tidak ada senyum di bibirnya, hanya raut datar yang di suguhkan pada dunia. Lalu bagaimana ketika Aksara dipertemukan dengan wanita yang penuh kasih sayang seperti Radiva direksa? Wanita yang ia temui di pelelangan manusia, wanita yang menurutnya bodoh, cupu, dan merepotkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suara Dalam Aksara
  • Hening Dalam Luka
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • BERBEDA?
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Discovery Of Love (Completed)
  • Aksara Lingga
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan

"Meski aku meninggalkanmu, aksaraku akan tetap menemanimu." suara dalam aksara adalah kisah tentang cinta yang terlambat disadari dan kata-kata yang menjadi jembatan antara dua hati. Melalui tulisan-tulisan anonim di blog jurnalistik sekolah, Raka menemukan kehangatan, kejujuran, dan perasaan yang selama ini dia cari, tanpa tahu bahwa orang di balik aksara itu adalah Kaira, gadis yang selama ini dia anggap menyebalkan. Sayangnya, ketika semua kebenaran terungkap, waktu tak lagi berpihak pada mereka. Kaira pergi tanpa sempat mendengar balasan perasaan yang dia pendam, meninggalkan Raka dengan penyesalan yang mendalam. Namun, meski Kaira telah tiada, "suara" yang dia tinggalkan dalam bentuk aksara tetap hidup. Lewat kata, cinta Kaira terus menemani Raka, menjadi pengingat bahwa kadang kita baru menyadari betapa berharganya seseorang saat dia sudah tiada. "Jangan menunggu hingga semuanya terlambat untuk mengungkapkan perasaan. Terkadang, orang yang paling berharga ialah orang yang lebih dekat dari yang kita kira, hanya saja kita terlalu sibuk mencari hingga tak menyadarinya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines