Road of Legends

Road of Legends

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah kita benar bisa? Apa semua usaha kita selama ini sia-sia? BUGH! "KENAPA?!" "KENAPA KAU BERPIKIR SEPERTI ITU?!" "Apanya yang salah? Kita hanya gagal sekali!" Laki-laki itu meluapkan amarahnya. "Apa yang bisa kita lakukan? Setelah semuanya..." Laki laki itu tergelik, emosinya masih belum juga turun. "Apa cuma sekecil itu tekadmu? Baiklah, buat apa kita lanjutkan lagi. Aku berhenti!" Sunyi, senyap. Tidak ada niatan untuknya bangun. Setelah menerima pukulan itu, bahkan setelah sabahatnya pergi. Menyisakan dirinya dan seorang lagi. "Aku kecewa padamu. Kukira, kamu setidaknya bakal mencegahnya. Kukira kamu setidaknya memberikan kita semangat. Tapi aku salah..." "..." Apa yang bisa kulakukan? Yah, mungkin ini yang terbaik. ... .. . . "Ada apa kak?" Senyuman itu... "Ayo berjuang bersama!" Kenapa? Kenapa dia datang? "Akan aku pastikan, kali ini. Kali ini kita pasti! Jadi jangan menyerah!" Apa mungkin? Tapi, aku sudah mencobanya. Genggaman tangannya. Tatapan matanya. Kenapa? Kenapa dia datang? Kenapa disaat seperti itu. "Karena itu... Ayo! Kita bangun lagi, kak Sky!" Yah, setidaknya untuk kali ini... Aku akan mencobanya lagi, aku ... Tidak! Kita akan tunjukkan! Tunggu saja! Β©Road of Legend's -Just nana.
All Rights Reserved
#64
novelringan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • READER VS TUJUH BOBOIBOY
  • Wrong Dream
  • This is not the Past, This is Fantasy World!
  • "My Promise To Bring You Back" [Sequel Of Don't Touch My Book] [THE END]
  • Don't Touch My Book! [THE END]
  • Lightning dark story
  • Tak Lagi
  • ☺︎ᴸᴱᴸᴬʰ☺︎
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} βœ“

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" β€’ Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. β€’ Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines