Pretty Depressed

Pretty Depressed

  • WpView
    Reads 617
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 31, 2020
"Orang yang paling bisa menyakiti kita adalah orang yang paling kita jaga perasaannya yaitu orang yang paling kita sayang, Ju." Awalnya aku menganggap remeh pernyataan itu karena aku belum pernah merasakan ataupun memahami makna dari "sayang" yang sesungguhnya. Sebagai seorang wanita, aku selalu mengandalkan logika tiap kali menjalin sebuah hubungan. Namun sekarang, perasaan memainkan perannya dengan apik dan tidak terduga. Begitu pula dengan toxic relationship yang bukanlah suatu bualan belaka atau mitos tetapi nyata adanya dan tidak dapat dihindari. Aku tidak dapat lari ataupun melenyapkan hubungan yang sudah aku jalin begitu saja. Aku sangat mencintainya. Aku pun melakukan berbagai macam cara untuk memperbaiki segala sesuatunya dan aku bersyukur karena hal itu berhasil terlaksana secara tenang dan perlahan. Tetapi ada sesuatu yang lebih penting yang dapat mempengaruhi suatu hubungan yaitu ketika masa lalu yang berusaha dikubur sedemikian rupa tiba-tiba saja bangkit dan meluap bagai bom waktu. Akankah aku dapat memperjuangkan hubungan ini? Akankah semesta berpihak pada dua insan yang saling mencintai? Tapi bagaimana?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Noda dalam Cinta
  • HAPPY ENDING [ Mewgulf ] END✓
  • Semicolon [NAHYUCK] ✔️
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Mental Disease
  • OH! MY SUN ☀️🌻
  • The Antagonist (SUDAH TERBIT)

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines