Story cover for Always You by PutriRiani5
Always You
  • WpView
    LECTURI 60
  • WpVote
    Voturi 6
  • WpPart
    Capitole 2
  • WpView
    LECTURI 60
  • WpVote
    Voturi 6
  • WpPart
    Capitole 2
În curs de desfăşurare, Prima publicare iun 10, 2020
Menceritakan dua insan manusia yang sangat dekat tapi mereka tidak mengira kalau apa yang terjadi di masa depan mereka. 

"Aku tahu kamu pasti ada disini." kata Maximiliam sambil berdiri di sebelah wanita yang memunggungi nya. 

Caroline mengambil sesuatu dari dalam mantel yang dipakainya sore ini. Kemudian dia menaruh dua buah kunci di tangan pria di sebelahnya itu. 

"Ini aku kembalikan. Ini bukan milikku. Aku tidak bisa menerimanya. Aku benar-benar minta maaf." jawab Caroline sambil berjalan keluar darisana. 

Maximiliam yang terkejut tidak bisa melakukan apa-apa. Dia baru bisa tersadar saat dia mendengar suara mesin mobil berjalan menjauhi rumahnya itu. Dia menatap sedih kunci berwarna emas yang ada di tangan kanannya. 

Caroline yang sedang mengendarai mobilnya sambil menangis. Berusaha menerima kenyataan ini semua. Kalau dia akan di jodohkan dengan pria pilihan keluarganya. 

"Selamat tinggal, Maxime. Meskipun aku ada perasaan cinta padamu. Tapi aku tidak bisa mengutarakannya. Ada masanya aku akan mengatakan itu di depanmu. Dengan dimana aku bersama dengan orang lain."
Toate drepturile rezervate
Înscrie-te pentru a adăuga Always You la biblioteca ta și primește actualizări
sau
#3carter
Linii directoare referitoare la conținut
S-ar putea să-ți placă și
Behind Our Fate de sailorsaturnus97
4 de capitole În curs de desfăşurare Pentru adulți
Emily : "Aku tidak percaya cinta." Sejak peristiwa kelam dua tahun yang lalu, Emily memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan pria manapun bahkan mungkin ia tidak lagi percaya dengan cinta dan lebih fokus untuk mengejar karirnya sebagai kurator seni di salah satu museum di Kota London. Tiga tahun kemudian hidupnya berjalan dengan damai sampai akhirnya muncul sosok pria penghuni baru apartemen yang tinggal di sebelah unit apartemennya. Seperti yang sudah ia katakan, ia tidak lagi percaya cinta. Tapi bagaimana jika tetangga barunya itu justru memaksanya untuk kembali percaya dengan cinta? Jake : "Aku tidak mengerti bagaimana cara cinta bekerja." Jake memantapkan diri untuk tidak lagi membuka hatinya semenjak ia mendengar sebuah pengakuan menyakitkan dari wanita yang ia cintai. Ia percaya pada cinta, hanya saja ia tidak mengerti bagaimana cinta bekerja. Kesibukannya sebagai seorang arsitek membuat Jake tidak lagi memiliki waktu untuk bermain-main terutama dalam hal percintaan. Namun, kepindahannya ke London justru memaksa pria itu harus menerima berbagai macam hal baru seperti kehadiran seorang wanita yang menjadi tetangganya di apartemen, yang mau tidak mau membuatnya kembali berpikir bahwa tidak ada salahnya memberi kesempatan kedua kepada cinta. Di dunia yang begitu luas, kita tidak akan pernah tahu bagaimana cara takdir bekerja. Percaya atau tidak, kita akan selalu dipertemukan dengan seseorang yang tidak akan bisa sangka dan justru membuat kita percaya bahwa dunia tidaklah seluas yang dikatakan para penyair di luar sana.
S-ar putea să-ți placă și
Slide 1 of 8
Maximilian Devereaux (End)  cover
Jangan Hanya Bicara cover
Menjaga Monster cover
ALZEA (TERBIT)  cover
MALAM(MALA & ILHAM) cover
Di Masa SMP Ku cover
Owned By The Mafia King (S1) cover
Behind Our Fate cover

Maximilian Devereaux (End)

68 capitole În curs de desfăşurare

"Gak usah sok mandiri," gumam Max dari ruang tamu, tanpa menoleh. Ia bangkit dan merebut botol dari tangan Bianca, lalu menuangkannya sendiri ke dalam gelas. Bianca hanya menunduk. "Maaf... aku cuma nggak mau merepotkan." Max menatap gelas di tangannya, bukan gadis di depannya. "Lo tahu, kan? Mata itu harusnya tetap di tubuh Cia." Suasana mendadak berat. "Gue tahu lo buta. Dan lo manfaatin detik terakhir Cia buat hidup pakai bagian dari dia. Sementara dia sendiri-" "Aku nggak minta ini..." potong Bianca, lirih. Suaranya nyaris tak terdengar. "Kalau bisa, aku rela kembalikan segalanya asal Cia hidup lagi." Max menatapnya untuk pertama kalinya. Tatapan yang tajam, seperti dinginnya pecahan es yang menusuk kulit. "Tapi kenyataannya enggak, kan?" katanya cepat. "Dia mati. Lo hidup. Dan lo bilang nggak mau jadi beban. Tapi kehadiran lo aja udah beban buat gue."