Always You

Always You

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
Menceritakan dua insan manusia yang sangat dekat tapi mereka tidak mengira kalau apa yang terjadi di masa depan mereka. "Aku tahu kamu pasti ada disini." kata Maximiliam sambil berdiri di sebelah wanita yang memunggungi nya. Caroline mengambil sesuatu dari dalam mantel yang dipakainya sore ini. Kemudian dia menaruh dua buah kunci di tangan pria di sebelahnya itu. "Ini aku kembalikan. Ini bukan milikku. Aku tidak bisa menerimanya. Aku benar-benar minta maaf." jawab Caroline sambil berjalan keluar darisana. Maximiliam yang terkejut tidak bisa melakukan apa-apa. Dia baru bisa tersadar saat dia mendengar suara mesin mobil berjalan menjauhi rumahnya itu. Dia menatap sedih kunci berwarna emas yang ada di tangan kanannya. Caroline yang sedang mengendarai mobilnya sambil menangis. Berusaha menerima kenyataan ini semua. Kalau dia akan di jodohkan dengan pria pilihan keluarganya. "Selamat tinggal, Maxime. Meskipun aku ada perasaan cinta padamu. Tapi aku tidak bisa mengutarakannya. Ada masanya aku akan mengatakan itu di depanmu. Dengan dimana aku bersama dengan orang lain."
All Rights Reserved
#142
damian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Xagala
  • Maina & Maxim
  • Cupcakes For Revenge
  • Obsesi Stalker Gilaku
  • MALAM(MALA & ILHAM)
  • INCANTO (Tamat)
  • Owned By The Mafia King (S1)
  • Di Masa SMP Ku
  • ALZEA (TERBIT)
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines